SMS Sabda

Another way spreading God Words

Imitatio Christi – Mengikuti Jejak Kristus

​HIK: Jumat, 5 Agustus 2016

Pekan Biasa XVIII

Nah 1:15;2:2;3:1-3.6-7; MT Ul 32:35cd-36ab.39abcd.41; Mat 16:24-28
Inilah judul sebuah buku karya Thomas A Kempis yang mengajak kita ingat akan sabda Yesus kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikuti Aku, harus menyangkal diri, memikul salibnya, dan mengikuti Aku.”
Dkl: Ia ajak kita menjadi seorang murid yang berpola “SANGKULI”,yakni “SANGkal diri, piKUL salib dan Ikuti Tuhan”.
1. Menyangkal diri:

Menyangkal diri berarti “menganggap diri sendiri tak ada”, membiarkan diri “terlupakan” demi Yesus. Padahal, manusia (mungkin hampir setiap orang) mau supaya mereka menjadi yang terbaik dan terpenting.
Menyangkal disini boleh diartikan dengan tidak mengindahkan, atau lebih jelasnya” tidak lagi memikirkan kepentingannya sendiri.” Menyangkal diri boleh dikatakan, seperti kita berani berkata tidak untuk “perbuatan tertentu” yang dulunya kita tidak dapat menolaknya, padahal situasi itu kita sangat sukai.
Dkl: Yesus mengajak kita menomorsatukan kehendak Allah dan bukan kesenangan kita.
2. Memikul salib:

Memikul salib berarti mempersiapkan diri untuk menghadapi semua kemungkinan, seperti dialami oleh Yesus sendiri, seperti dialami oleh para martir dan para kudus, seperti dialami oleh para pejuang kemanusiaan, karena kesetiaan pada kehendak Allah dan kebaikan manusia.

Memikul salib berarti siap untuk menanggung hal terburuk yang mungkin ditimpakan oleh orang lain pada kita karena kita percaya dan taat pada ajaran Yesus.
3. Mengikut Aku:

Kata “Mengikut Aku”, ini di dalam bahasa Yunaninya dipakai kata ”apisw” yang artinya “di belakang”.
Mengikut Yesus di sini juga boleh diartikan sebagai “menjadi murid”, “menjadi pengikut-Nya” atau ” pergi bersamanya” Jadi bisa dibayangkan apa yang segera harus lakukan seorang pengikut Yesus.
Beranikah kita mengambil konsekuensi pilihan kita ini?
Pastinya, Yesus berpesan hari ini: “Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, akan kehilangan nyawanya. Tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya bagi seseorang jika ia memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”
Ya, tak ada satu hal dan seorang pun yang dapat menolong kita memperoleh kehidupan abadi yang sejati. Uang, harta tahta dan mahkota pun tak bisa membeli surga, karena hanya Yesus Kristus sajalah yang menyelamatkan kita.
Pesan terakhir Yesus kepada Para Murid-Nya adalah perintah pengutusan, “Pergilah, jadikanlah semua murid-Ku” (Mat 28.19).

Suatu perintah yang sangat jelas. Itulah sebabnya Gereja haruslah menjadi komunitas “yang berangkat”, “yang bergerak maju”, “yang pergi keluar”.
“Banyak murid naik bis Patas- Jadilah murid yang sungguh berkualitas.”
Salam HIKers,

Tuhan memberkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: