SMS Sabda

Another way spreading God Words

Menyiapkan masa depan yang baik

​Siraman Rohani

Rabu 10 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kehilangan nyawa demi Kristus berarti menyiapkan masa depan yang sangat baik bagi kehidupan Jiwa untuk selama-lamanya.  (Yohanes 12:24 – 26)
Sdr/i…. Hari ini kita merayakan Pesta St. Laurensius. Dia seorang Diakon yang melayani Paus Sixtus ke dua di Roma tahun 257-258. Paus Sixtus ke dua mengangkat dia untuk mengurus harta kekayaan Gereja dan membagikan derma kepada fakir miskin di seluruh kota Roma. Ketika Paus Sixtus kedua ditangkap oleh serdadu Romawi, Laurensius bertekad menemani Paus sampai pada kematiannya. Kepada Paus ia berkata: “Aku akan menyertai engkau kemana saja engkau pergi. Tidak pantas seorang imam agung Kristus pergi tanpa pendamping.” Lalu Paus Sixtus berkata: “Jangan sedih dan menangis, anakku! Aku tidak sendirian. Kristus menyertai aku. Dan engkau tiga hari lagi akan mengikuti aku ke dalam kemuliaan surgawi.” Ramalan Paus Sixtus ternyata benar-benar terjadi. Laurensius, yang mengurus harta kekayaan Gereja, ditangkap lalu dibawa kepada penguasa Roma. Ia dibujuk agar semua kekayaan Gereja diserahkan kepada penguasa Roma. Dengan tenang Laurensius menjawab: “Baik tuan! Dalam waktu tiga hari kuserahkan semuanya kepadamu.” Laurensius diizinkan pulang. Ia segera kumpulkam orang-orang miskin dan membagikan kekayaan Gereja kepada mereka. Di bawa pimpinannya, orang-orang msikin itu berarak menuju kekediaman Penguasa Roma. Laurensius berkata kepada Penguasa Roma: “Tuanku, inilah harta kekayaan Gereja yang saya jaga. Terimalah dan peliharalah mereka dengan sebaik-baiknya!” Tindakkan dan kata-kata Laurensius dianggap olokan dan penghinaan terhadap penguasa Roma. Karena itu ia ditangkap dan dipanggang hidup-hidup di atas terali besi yang panas dan membara. Laurensius tidak gentar sedikitpun. Setelah separuh badannya hangus, ia meminta supaya badannya dibalik sehingga bisa hangus semuanya. Laurensius akhirnya menghembuskan nafas di atas pemanggangan itu sebagai seorang ksatria Kristus. Ia mati demi Kristus.
Hari ini Yesus berkata: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya demi Kristus, maka ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.”
Santo Laurensius sudah menghayati dan mengamalkan amanat Yesus Kristus ini. Ia sama sekali tidak takut kehilangan nyawanya. Ia membiarkan tubuhnya dipanggang. Dia tahu bahwa para algojo hanya bisa membakar tubuhnya, tetapi mereka tidak bisa membakar jiwanya. Jiwanya langsung bertemu Tuhan yang dicintainya.
Dalam Injil hari ini, Yesus juga berkata: “Sesungguhnya, jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia akan tetap satu biji saja, tetapi jika ia mati maka ia akan menghasilkan banyak buah.”

Jatuh ke dalam tanah dan mati adalah satu bahasa simbolis yang berarti hidup menyatu dengan sumber hidup, mati bersama kristus yang kemudian akan bangkit bersama Kristus dan menghasilkan buah iman. Kalau kita selalu menyatu dengan Yesus Kristus, menghirup udara segar yang selalu dihembusi oleh Yesus Kristus setiap saat, maka jiwa kita pun selalu alami semangat hidup yang luar biasa. Dan kalau kita selalu menerima tantangan hidup yang terasa sangat pahit dan berat bersama Kristus, itu berarti kita juga akan alami kebangkitan bersama Kristus.
Kalau saja buah pohon Mangga tidak pernah jatuh ke dalam tanah dan mati, apa yang akan terjadi dengan kehidupan Mangga itu? Apakah ada pohon Mangga yang baru akan muncul? Atau kalau dia jatuh tetapi tertinggal dibubungan rumah, apakah dia akan tumbuh dan hidup? Yang pasti dia tidak akan hidup. Karena tidak ada kehidupan maka pohon Mangga yang baru pun tidak akan muncul.
Demikian pun halnya dengan kehidupan iman kita. Kalau kita jatuh ke dalam lahan Kristus, sumber kehidupan iman kita, maka iman kita pun akan menyedot sari-sari kehidupan dari Kristus sendiri.

Santu Laurensius sudah jatuh ke dalam lahan Kristus, imannya sudah menyedot kehidupan dari Yesus Kristus sendiri, karena itu imannya pun sungguh sangat kuat. Ia sama sekali tidak takut kehilangan nyawanya.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan tali persaudaraan kita dengan Dia, dan membiarkan kita menyedot sari-sari kehidupan dari padaNya sehingga kita selalu merasa kuat menghadapi tantangan hidup, apa pun bentuknya.
Marilah sdr/i…jangan takut kehilangan nyawa demi Kristus. Kehilangan nyawa demi Kristus selama di dunia ini, berarti menyiapkan masa depan yang baik demi kebahagiaan Jiwa kita untuk selama-lamanya.

Kita memohon Santu Laurensius dan Bunda Maria, Bunda Kristus untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: