SMS Sabda

Another way spreading God Words

Debitte nobis – Ampunilah kami!

​HIK:Kamis, 11 Agustus 2016

Pekan Biasa XIX

PW S. Klara, Perawan

Yeh 12:1-12; Mzm 78:56-59.61-62; Mat 18:21-19:1

Inilah sebuah seruan iman dalam doa Bapa Kami yang menekankan dimensi pengampunan.
Mengacu pada bacaan injil, Yesus juga mengajak kita tidak hanya sibuk “minta ampun” tapi juga berani untuk “beri ampun”: “Bukan sampai 7x melainkan sampai 70×7 kali” (Yoh 18:22).
“7” adalah lambang kesempurnaan/kepenuhan, maka “70×7” adalah lambang dari kesempurnaan yang benar-benar mutlak.
De facto, kita memang sulit mengampuni, terlebih kalau kita yang menjadi “korban”, dirugikan dan dikambinghitamkan entah secara sosial-moral/finansial.
Nah, berangkat dari pengalaman ketika saya pergi ke Labuan Bajo yang terkenal dengan Pulau Komodo-nya, kitapun diajak menjadi pribadi pengampun dengan jurus “KOMODO”, antara lain:
1.”KObarkan iman”:

Prof. Petro Petrini, ahli neorolog di Pisa Italia, meneliti dan menunjukkan bahwa sikap memaafkan itu bisa mempengaruhi kinerja otak dan mampu membuat watak dan akhlak menjadi lebih baik/sehat karena orang lbh merasa damai dan ringan sebagai orang beriman.
Disinilah, memaafkan tanpa syarat (“unconditional forgiveness”) menjadi sebuah pewartaan iman yang mendalam. Pastinya, bukankah tak ada syarat untuk memperoleh pengampunan Tuhan karena maaf dariNya adalah sebuah anugerah yang mudah?
2.”MOdalnya kerahiman”:

Kesadaran dan rasa syukur banyak diampuni olehNya membuat kita lebih punya kerahiman.
Dengan kata lain: mudah memaafkan adalah tanda orang beriman: “Seandainya aku tak diampuni Tuhan, aku sudah mati. Karena aku sudah diampuni Tuhan, maka aku harus juga mengampuni”(Ef 4:31-32)
3.”DOa di sepanjang jaman”:

St Thomas Aquinas mengatakan bahwa kerap doa yang panjang adalah obat yang mujarab. Apapun “keadaan zaman”, suka/duka-pahit/manis, kita diajak untuk terus berdoa, membawa semuanya bersama dengan yang ilahi karena realnya kita perlu “waktu dan kesabaran” karena hidup itu kerap 30% percaya dan kasih, 70%nya memaafkan.
“Mba Asih di Pulau Bidadari – Wartakan kasih setiap hari.”
Salam HIKers,

Tuhan memberkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: