SMS Sabda

Another way spreading God Words

EMBUN AMPUNAN

​TETESAN EMBUN PAGI SURGAWI

dari Kota AMBON MANISE

Pada Peringatan Sta. Klara, Perawan

Kamis, 11 Agustus 2016 : Mat.18 : 21 – 19:1
TETESKANLAH EMBUN AMPUNAN-MU KE DALAM PADANG GURUN HATIKU
“Tubuh yang haus akan air di padang gurun bagaikan jiwa yang merindu mendapatkan ampunan dari Sang Khalik.”
Kesulitan terbesar setiap orang bukan terletak dari keberaniannya untuk memohon ampun dari mereka yang telah dilukai, melainkan pada kerelaan untuk mengampuni yang bersalah kepada kita. Mengapa? Mereka yang memohon ampun menyadari akan salah dan pelanggarannya sehingga mendorong jiwa, menggerakkan langkah, serta membuka mulut untuk meminta ampun, tapi bagaimana dengan kita yang terluka dan dilukai harus rela memberi maaf dan ampunan kepada mereka yang telah menghancurkan hidup, harapan dan cita serta cinta, masa depan kita?
Pagi ini ketika Yesus menjawab pertanyaan Petrus, Ia menegaskan rahasia hati Allah Bapa yang tak pernah berhenti mengampuni kita, “bukan hanya sampai tujuh kali melainkan tujuh puluh kali tujuh kali.” Paus Fransiskus melukiskan secara indah hati Allah yang berbelas kasih di tahun Kerahiman Ilahi ketika berkata; “Setiap orang, teristimewa para imam hendaknya menampakkan wajah Kerahiman Allah kepada mereka yang datang kepadanya.” Betapa luar biasa ketika Yesus percaya bahwa engkau dapat menyediakan ruang di hatimu untuk sesama yang bersalah kepadamu, karena hanya dengan mengampuni maka kita pun akan diampuni.
Pengampunan Yesus yang tanpa batas itu ditunjukkan ketika Ia mendoakan para algojo-Nya; “Bapa, ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka sedang perbuat.” Marilah kita belajar dari Sang Guru dalam soal mengampuni ini. Biarlah kata dan perbuatan kita mendatangkan pembebasan kepada mereka yang terbelenggu karena salah dan pelanggaran mereka, karena sesungguhnya sesaat ketika kita mengampuni maka kita sendirilah yang terbebas dari rasa balas dendam kita. Sesaat ketika kita terluka karena dilukai maka kita telah memenjarakan jiwa kita, tapi sesaat ketika kita rela mengampuni maka kita sedang membebaskan jiwa dari penjara balas dendam.
Salam dan doa dari seorang sahabat untuk para sahabatnya,
***Rinnong – Duc in Altum***
(Pastor Inno Ngutra,Pr -Ambon-)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: