SMS Sabda

Another way spreading God Words

Mengampuni orang yang bersalah

​Siraman Rohani

Kamis 11 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kita harus selalu siap mengampuni orang yang bersalah kepada kita, selama kita hidup di dunia ini.  (Matius 18:21 – 19:1)
Sdr/i…Hari ini kita merayakan Pesta Santa Clara dan Santa Susana. Santa Klara berasal dari keluarga kaya. Ia sangat dipengaruhi oleh cara hidup Santo Fransiskus dari Asisi, yang sangat sederhana. Nona Klara, anak orang kaya ini, pada umur 18 tahun dengan diam-diam tinggalkan keluarganya. Ia meminta Santo Fransiskus untuk bergabung dalam kelompoknya. Karena dia satu-satunya wanita pada wkt waktu itu, Fransiskus masukkan dia di biara Benediktin. Kehilangannya dari keluarga sangat menggemparkan keluarganya. Ayahnya menyuruh orang mencarinya di biara Fransiskan dan biara-biara lain di Asisi. Sewaktu ditemukan di Biara Benediktin di Bastia, ia dibujuk untuk pulang, tetapi Klara dengan tegas menolaknya. Kemudian adik kandungnya, Agnes juga mengikuti dia. Sewaktu Ayahnya meninggal, ibunya juga bergabung di biara baru di San Damiano, di mana Suster Klara menjadi pemimpin biara. Kita meminta Santa Klara untuk mendoakan kita agar kita pun selalu hidup sederhana.
Santa Susana juga dari berasal dari keluarga kaya. Kepalanya dipenggal oleh prajurit-prajurit Dikletianus karena menolak kawin dengan putera Kaiser itu. Dia menolak Putera Kaisar karena dia masih kafir. Walaupun ia dibujuk, diancam, Susana tetap tidak mau menyerah. Akhirnya ia dibunuh pada tahun 295. Susana adalah teladan hidup bagi kita dalam hal kesucian dan tidak terpengaruh oleh kekayaan duniawi. Kita memohon bantuan doanya agar kita pun selalu menjaga kesucian hidup kita, apa pun bentuk panggilan hidup kita.
Lewat Injil hari ini, kita mendengar Petrus bertanya kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kali? Jawab Yesus: Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai 70 kali tujuh kali.” Itu berarti setiap kali saudara kita bersalah kepada kita, kita harus mengampuninya. Angka 70 sesungguhnya angka simbolis untuk umur manusia. Menurut Mazmur 90:10: Masa hidup manusia 70 tahun dan jika kuat 80 tahun.  Sementara angka 7 adalah angka simbolis yang berarti sempurna. 70 kali tujuh kali kita harus mengampuni sesama. Itu berarti sepanjang hidup kita, kita harus selalu siap mengampuni sesama dengan sepenuh hati. Kesediaan kita untuk mengampuni sesama akan menyempurnakan hidup kita.
Mengampuni itu sesungguhnya tidak gampang. Mungkin gampang sekali kita mengucapkannya, tetapi sulit untuk melaksanakannya. Mungkin banyak dari kita gagal dan belum bisa mengampuni dengan segenap hati seperti yang diajarkan Yesus Kristus. Tuhan mengharapkan agar pengampunan kita betul-betul keluar dari hati yang tulus. Bukan soal jumlah pengampunan yang diutamakan, tetapi soal kualitas pengampunan, soal ketulusan hati dalam memberi pengampunan.
Memberi pengampunan punya dua makna, bagi yang bersalah dan juga bagi diri sendiri. Untuk yang bersalah agar dia kembali merasa bebas dan bisa bergaul bebas lagi dengan kita. Sementara untuk diri sendiri agar secara rohani kita boleh merasa bebas untuk berdoa, merasa nyaman untuk ungkapkan isi hati kita kepada Tuhan tanpa halangan.

Dengan kata lain dengan mengampuni orang yang bersalah, kita menang atas ego kita, menang dari gengsi, menang dari rasa benci dan dendam.
Menurut hasil penelitian kesehatan di jaman modern ini, banyak sakit yang terjadi sekarang karena orang menanam rasa benci dan dendam. Orang tidak alami rasa damai dan kasih.

Mengampuni sesama adalah salah satu proses penyembuhan, baik penyembuhan rohani maupun penyembuhan psikologis yang kita sebut penyembuhan luka batin.

 

Marilah saudara-saudari, kita promosikan hidup saling mengampuni, bukan hanya sekali tetapi sepanjang hidup kita. Karena dengan mengampuni dengan tulus hati kita  sendiri akan merasa nyaman dan damai dalam hati.

Kita meminta Bunda Maria, Santa Klara dan Santa Susana untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: