SMS Sabda

Another way spreading God Words

Santa Perawan Maria diangkat ke surga

​Siraman Rohani

Minggu 14 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Santa Perawan Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya! (Lukas 1:39 – 56)
Saudara/i … Menurut kitab suci ada dua manusia yang diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, 2 Raja-Raja 2: 11, di sana kita baca: “Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke surga dalam angin badai. Sementara dalam Kitab Perjanjian Baru Lukas 24:51, kit abaca: Ketika Yesus sedang memberkati mereka, Ia terpisah dari mereka dan terangkat ke surga.

Kalau kita amati keduanya: Elia dijemput dengan kreta berapi dengan kuda berapi lalu naik ke surga. Sementara Yesus Kristus, ia tidak dijemput, tetapi Ia terangkat ke surga. Ada perbedaan bagaimana keduanya naik ke surga. Elia dijemput, itu berarti ia hanya manusia, tidak punya kekuatan dari dalam dirinya sendiri untuk naik ke surga. Sementara Yesus Kristus, Ia adalah manusia dan Allah. Karena ke-Allah-an, Ia terangkat dengan sendirinya ke surga.
Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Peringatan Santa Perawan Maria diangkat ke surga. Tidak ada satu kitab dalam Alkitab yang mengatakan bahwa Maria diangkat ke surga. Tetapi Gereja sungguh percaya bahwa Maria diangkat ke Surga dengan tubuh dan jiwanya. Karena itu perayaan peringatan Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya kita sebut satu peristiwaa iman.
Pada pesta hari ini saya mengajak kita sekalian untuk merenungkan perbuatan besar yang dikerjakan Allah bagi Maria, Bunda Kristus dan Bunda seluruh umat beriman. Kita percaya bahwa Maria telah dipilih sejak awal mula untuk menjadi Bunda PuteraNya, Yesus Kristus. Untuk itu, Allah menghindarkannya dari noda asal dan mengangkatnya jauh di atas para malekat dan orang-orang kudus.
Gereja percaya bahwa Allah mengangkat Maria ke surga dengan jiwa dan badan, karena perannya yang luar biasa dalam karya penyelamatan dan penebusan Kristus. Kebenaran iman ini dimaklumkan sebagai  Dogma (Ajaran) dalam konstitusi Apostolik yang dikeluarkan oleh Paus Pius ke 12 tanggal 1 Nopember 1950. Dogma ini pada hakekatnya bertumpu pada iman umat sejak dahulu kala, bukannya pada satu text Alkitab tertentu. Paus Pius ke-12 mengatakan: “Kami memaklumkan, menyatakan, dan menentukan-nya menjadi dogma wahyu ilahi: bahwa Bunda Allah yang tak bernoda, Perawan Maria, setelah menyelesaikan hidupnya di dunia ini, diangkat dengan badan dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.” Paus bertitik tolak dari persatuan mesra antara Bunda Maria dan Yesus, khususnya semasa Yesus masih kecil. Persatuan itu diyakini sebagai tidak mungkin tidak diteruskan selama-lamanya, tidak mungkin Maria yang melahirkan Yesus dapat terpisah dari Yesus secara fisik. Selaku Puteranya, Yesus tentu menghormati ibuNya, bukan hanya BapaNya.
Yesus yang adalah sungguh Allah dan sungguh Manusia sekarang bertahta di surga sebagai Raja yang kepadaNya telah diserahkan segala kekuasaan di surga dan di dunia. Dia yang adalah Allah juga berkuasa untuk mengangkat Bunda-Nya ke surga menjadi Ratu surgawi.
Pengangkatan Maria ke surga dengan tubuh dan jiwanya menunjukkan juga kepada kita betapa tingginya nilai tubuh manusia di hadapan Allah karena penebusan Kristus dan persatuan erat mesra denganNya. Oleh penebusan dan persatuan itu, tubuh kita tidak sehina tubuh hewan karena tubuh manusia sudah dikuduskan oleh Kristus. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita menghormati tubuh kita dan tubuh orang lain.
Pertanyaan untuk kita, apakah kita selalu menghormati tubuh kita? Apakah kita selalu merawatinya dengan baik? Apakah kita selalu menguduskan tubuh kita agar tubuh kita selalu kudus? Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita.
Bunda Maria adalah Bunda Yesus Kristus, Penebus kita. Kita percaya bahwa sesudah berakhirnya tugas pelayanan Bunda  Maria di dunia ini, Puteranya, Yesus Kristus, datang menjemput dia dan mengangkatnya ke surga.
Sadar akan perannya yang sangat mulia ini, marilah saudara saudari, kita menghormatinya dan memohon padanya untuk selalu mendoakan kita. Kita berharap, semoga di saat tugas kita di dunia ini selesai, kita pun boleh bertemu Bunda Maria dalam kerajaan Surga.
Bunda Maria, Bunda Penebus kami, doakanlah kami. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: