SMS Sabda

Another way spreading God Words

Syarat mutlak memperoleh hidup kekal

​Siraman Rohani

Senin 15 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Mengikuti Perintah Tuhan dan bergantung penuh pada Tuhan adalah syarat mutlak untuk memperoleh hidup yang kekal! (Matius 19:16 – 22)
Sdr/i…. setiap kali saya ke kota Port Moresby, saya sering amati ada orang tidur di bawah kolong jembatan layang. Tidur nyenyak, tidak merasa takut sedikit pun. Padahal tempatnya sangat terbuka dan banyak orang yang berlalu-lalang di sana.
Sebaliknya, mereka yang mengendarai kendaraan yang sangat mahal, gunakan kunci remote lengkap dengan alarm, hampir pasti tidak mungkin menyimpan mobilnya di bawah kolong jembatan dan pergi. Mereka takut jangan-jangan mobilnya akan diapa-apakan oleh orang lain. Kalau saja mobilnya diparkir di sana, yang pasti pemiliknya akan selalu dihantui oleh perasaan cemas, takut, jangan-jangan mobilnya akan di-apa-apakan. Benar sekali perkataan Yesus: di mana hartamu berada, di situ hatimu pun akan berada.

Injil hari ini menceriterakan kepada kita bahwa seorang pemuda kaya datang kepada Yesus dan bertanya, apa yang harus dibuatnya agar memperoleh hidup yang kekal. Satu sikap yang patut dipuji. Pemuda ini tahu bahwa hidupnya tidak hanya berakhir di dunia ini, tetapi ada kesinambungannya. Sadar akan hal itu, ia harus buat sesuatu mulai dari sekarang agar kelak boleh memperoleh hidup kekal.  Jawab Yesus kepadanya: “Turutilah segala perintah Allah.” Sepertinya Yesus tahu bahwa pemuda ini adalah seorang yang percaya kepada Allah dan tahu perintah Allah, karena itu Dia mengingatkan dia lagi supaya mengikuti segala perintah Allah, supaya kelak ia memperoleh hidup yang kekal.  Sewaktu Yesus ingatkan dia tentang perintah Allah, dia langsung mencaritahu secara detail, katanya: “Perintah yang mana?” Yesus menjawab: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Pemuda ini dengan bangga katakan kepada Yesus bahwa ia sudah menuruti semua perintah Tuhan. Sepertinya dia belum puas dengan hanya mengikuti perintah-perintah Allah. Mungkin dia mau sungguh hidup sempurna. Karena itu dengan terbuka dia bertanya kepada Yesus: “Apalagi yang masih kurang?”

Pertanyaan “apalagi yang masih kurang!” apakah betul keluar dari satu kerinduan untuk hidup sempurna dan memperbaiki kekurangan itu atau sekedar mau mencobai Yesus dan tunjukkan kehebatannya?

Apapun motivasinya, Yesus tetap setia menjawabi pertanyaannya, kata Yesus kepadanya: “Kalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku.”
Dari pernyataan ini, Yesus mau mengajak pemuda ini untuk sungguh-sungguh bebas dari segala ikatan duniawi dan tidak boleh bergantung secara penuh pada harta duniawi, sebaliknya bergantung penuh pada Allah, pencipta segala sesuatu.
Sesudah Yesus menantang pemuda ini, supaya menjual segala miliknya dan berikan semuanya kepada orang miskin, kemudian mengikuti Yesus, pemuda ini tidak berkata apa-apa lagi. Tetapi sebagai reaksinya, ia pergi tinggalkan Yesus dengan perasaan sedih.
Mengamati reaksi negatip dari pemuda ini, kita boleh katakan bahwa apa yang dikatakan oleh pemuda ini, sesungguhnya bukanlah keluar dari disposisi bathin yang sangat luhur, melainkan sekedar mau mencobai Yesus. Kalau saja permintaannya sungguh keluar dari motivasi yang luhur, pasti anjuran Yesus akan diterimanya dengan baik, yaitu menjual segala hartanya, memberi segala hartanya kepada orang miskin dan kemudian mengikuti Yesus dengan penuh sukacita. Tetapi kenyataannya, ia pergi dengan sedih hati. Hati pemuda ini masih sangat kuat dikuasai oleh kekayaan harta duniawinya. Fokusnya masih pada harta duniawi, bukannya pada Tuhan dan orang miskin.
 Bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu setia mengikuti perintah Tuhan? Apakah harta kita selalu kita simpan dalam rumah Tuhan sehingga hati dan pikiran kita pun selalu terikat dengan urusan surgawi atau harta kita, kita tanamkan di dunia ini dengan demikian pikiran dan hati kita pun selalu terpusat di dunia ini?
Marilah saudara-saudari, kita berdoa semoga kita selalu tekun dan setia mengikuti perintah Tuhan dan pasrahkan diri kita seutuhnya kepada Tuhan sumber segala sesuatu.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: