SMS Sabda

Another way spreading God Words

Dilihat sebagai bekat Tuhan

​Siraman Rohani

Selasa 16 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Bagi yang selalu percaya kepada Tuhan, kesuksesannya selalu dilihat sebagai bekat Tuhan. (Matius 19:23 – 30)

Sdr/i… Senin 8 Agustus di sore hari saya bertemu dengan dokter yang mengoperasi teman kami, Pastor Lukas Tiala SVD. Saya memegang tangannya dan ucapkan terima kasih kepadanya atas kesuksesan operasi yang dikerjakannya ke atas saudara kami. Dengan senyum ia memandang saya, sambil tangan kanannya menunjuk ke atas. Dengan sopan ia berkata: “He is the one who works through me! (Tuhanlah, yang bekerja lewat saya).”  Mendengar expresi iman yang tulus ini, saya semakin mengagumi dokter Paul ini. Sebagai ahli bedah, ia tetap percaya bahwa Tuhan selalu bekerja lewat jari-jari tangannya. Ia selalu percaya bahwa kesuksesannya bukanlah semata karena keahliannya sebagai ahli bedah, tetap karena Tuhan selalu bekerja lewat dia.  Dokter Paul dikenal sebagai seorang dokter yang rendah hati dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja.
Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Namun di balik kesempurnaan itu manusia tetap memiliki kerapuhan di dalamnya. Di antara manusia ada yang mudah terjebak dan terikat dengan hal-hal duniawi atau terpesona dengan kesuksesan yang diraihnya sampai melupakan Tuhan yang adalah Penciptanya dan seumber segala kehebatannya.
Sadar akan kerapuhan manusia, Yesus hari ini mengingatkan kita, katanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga, lebih mudah seekor unta masuk ke dalam lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Mendengar pernyataan itu, para murid berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus menjawab: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”
Satu hal yang sangat menarik dari percakapan Yesus Kristus dengan para muridNya hari ini adalah sewaktu Yesus katakan: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Tuhan segala sesuatu mungkin.” Itu berarti bahwa tidak secara mutlak semua orang kaya akan mengalami kesulitan untuk masuk Kerajaan Surga; Tidak secara mutlak bahwa semua orang yang sangat professional sangat sulit untuk masuk kerajaan Allah. Kuncinya pada relasi setiap pribadi dengan Tuhan. Ada orang kaya, yang secara pribadi saya kenal, kehidupan rohaninya sangat luar biasa. Tutur katanya sangat sopan, gaya hidupnya sederhana, sangat rajin ikut ibadat, memberi sumbangan kepada fakir miskin, panti asuhan dan membantu Gereja-Gereja, bukan hanya kepada Gereja Katolik, tetapi juga kepada Gereja-Gereja Kristen yang lain. Dalam keluarga, suami istri selalu tanamkan nilai-nilai Kristen kepada anak-anak dan cucu2 mereka, juga kepada para pekerja mereka. Saya percaya bahwa keluarga ini selalu mendapat berkat dari Tuhan, baik di dunia, maupun di surga kelak
Jadi bagi orang kaya dan professional yang rendah hati dan selalu percaya kepada Tuhan, mujizat Tuhan selalu terjadi atas mereka. Kedekatan mereka dengan Tuhan dan sikap pelayanannya kepada sesama  sudah menjamin kehidupan mereka di masa depan mereka.
Tetapi kita juga tidak bisa mengingkari kenyataan bahwa ada banyak orang kaya dan professional sudah jadikan kekayaan dan keahlian mereka sebagai tempat mereka bergantung. Mereka sepertinya tidak punya perhatian akan kehidupan rohaninya. Mereka tidak melibatkan Tuhan dalam kegiatan harian mereka. Mereka berpikir bahwa kekayaan dan keahlian mereka  sudah menjadi tempat mereka bergantung. Kalau mereka sakit mereka bisa cari dokter yang paling hebat di dunia ini dan gunakan kekayaan mereka untuk membayar dokter agar sakitnya bisa disembuhkan. Tetapi mereka lupa bahwa hidup sama sama sekali tidak bisa dibeli. Seorang dokter yang paling hebat tidak bisa memperpanjang hidup manusia, kalau memang saatnya sudah tiba untuk mati. Di saat orang kaya mati, ia tidak akan membawa semua kekayaannya ke dunia yang baru. Kekayaannya ditingggalkan dan akan dimanfaatkan oleh mereka yang ditinggalkannya.

Marilah saudara-saudari…. Sebagai pengikut Kristus, kita harus selalu promosikan hidup sederhana, rendah hati dan selalu merasa bergantung kepada Tuhan. Kalau kita sukses entah dalam bisnis atau profesi kita, sampaikan ucapan syukur kepada Tuhan. Tuhalah yang memungkinkan kita untuk alami kesuksesan itu.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman kita agar kita selalu sadar bahwa kita adalah ciptaanNya dan sebagai ciptaanNya, cepat atau lambat kita akan kembali kepadaNya.

Kita memohon Bunda Maria, Bunda Kristus untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: