SMS Sabda

Another way spreading God Words

Nosce te ipsum – Kenalilah dirimu sendiri

​HIK: Selasa 16 Agustus 2016

Pekan Biasa XX

Yeh 28:1-10; MT Ul 32:26-28,30. 35c-36d; Mat 19:23-30

Kalimat yang saya temukan di sebuah rumah seorang umat di Madiun ini adalah terjemahan Latin dari kalimat Yunani γνοθι σεαυτον (gnothi seauton) yang tertulis di gerbang pintu masuk Kuil Apolo, Yunani.
Hari ini, Yesus juga mengajak kita mengenali diri dan tujuan hidup kita: “Sungguh, sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Surga.”
Adapun tiga permenungan yang bisa kita angkat, antara lain:
A. Dasar kita adalah kasih kepada Tuhan

Hidup itu kadang ibarat es krim. Nikmatilah dengan penuh rasa syukur sebelum cair karena kita hadir oleh kasih Allah dan kitapun diajak untuk senantiasa bersyukur dengan mengasihi Allah dalam setiap gulat geliat hidup kita. Karena cinta kasihlah, maka duri menjadi mawar dan karena cintakasihlah, maka cuka menjelma anggur segar. Sudahkah punya “nada dasar c” alias cinta?
Lihatlah Ignatius Loyola:

“Ambillah Tuhan, dan terimalah seluruh kemerdekaanku, ingatanku, pikiranku dan segenap kehendakku, segala kepunyaan dan milikku. Engkaulah yang memberikan, padaMu Tuhan kukembalikan. Semuanya milikMu, pergunakanlah sekehendakMu. Berilah aku cinta dan rahmatMu, cukup itu bagiku” (St.Ignatius Loyola, LR no. 234).
Jelasnya, Tuhan memakai ”kemunduran” untuk mendorong kita maju. Tuhan mengenakan “kerendahan hati” utk membuat kita naik dan mulia bersamaNya.
Yang pasti, permulaan yang sederhana ini jangan mengecilkan hati kita asal selalu didasari kasih karena pohon yang raksasa mulai dengan benih kecil dan orang yang paling perkasa pada mulanya adalah juga seorang bayi yang lemah dan tak berdaya.”
B. Harta kita adalah sarana keselamatan

Mengacu pada Ignatius Loyola, semua ciptaan lain diatas permukaan bumi diciptakan bagi manusia untuk menolongnya dalam mengejar tujuan ia diciptakan. Karena itu manusia harus mempergunakannya sejauh itu menolong untuk mencapai tujuan tadi; dan harus melepaskan diri dari barang-barang tersebut sejauh itu merintangi dirinya. Oleh karena itu kita perlu mengambil sikap lepas bebas terhadap segala ciptaan tersebut, sejauh pilihan merdeka ada pada kita dan tak ada larangan.
Ajakannya jelas: harapkanlah hal-hal yang besar dari Tuhan. Usahakanlah hal-hal yang besar bagi Tuhan: “Orang baik finish terakhir,” kata dunia, tapi “yang terakhir inilah akan menjadi yang pertama,” jawab Yesus.
C. Tujuan kita adalah memuliakan Tuhan

Ada yang bilang: “Emas diuji dengan api dan wanita diuji dengan emas tapi kerap lelaki diuji dengan wanita.” Entah benar atau tidak, setiap orang mesti punya visi atau tujuan hidupnya.
Berangkat dari hal inilah,setiap mengadakan retret pribadi, saya selalu diyakinkan bahwa “Manusia diciptakan untuk memuji, menghormati, serta mengabdi Allah Tuhan kita dan dengan itu menyelamatkan jiwanya. Satu satunya tujuan hidup saya yang hakiki adalah memuliakan Tuhan: “Engkau telah menciptakan kami bagi Diri-Mu, ya Allahku, dan hati kami tiada tenang sebelum beristirahat di dalam Dikau.”
“Ada galah ada bahan – Jadilah kaya dalam Tuhan.”
Salam HIKers,

Tuhan berkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: