SMS Sabda

Another way spreading God Words

Pro Patria et Ecclesia – Demi bangsa dan tanah air!

​HIK:Rabu, 17 Agustus 2016

HR Kemerdekaan Republik Indonesia

Sir 10:1-8; Mzm 101:1a.2ac.3a.6-7; 1Ptr 2:13-17; Mat 22:15-21.

Inilah semboyan latin populer yang kerap saya gemakan ketika diminta untuk memimpin misa tirakatan malam proklamasi.
Semboyan ini sendiri sejajar dengan aksioma “100% Katolik, 100% Indonesia” dari Mgr. Soegijapranata yang kerap dijuluki: “Bung Karno-nya Gereja Indonesia”.
Pastinya, momentum proklamasi sendiri hadir sebagai sebuah ‘moment of truth’: tidak melupakan tapi sekaligus mencatat pengalaman orang Katolik pada rumah bersama bernama Res-publica Indonesia karena kita memang bukan bagian yang lebih besar (pars major), tetapi kita harus terus berjuang menjadi bagian yang lebih baik (pars sanior).
Berangkat dari hal inilah, kita semua diajak memiliki “MPK”, antara lain:
1.Merah: Keberanian

Kemerdekaan adalah “jembatan emas”. Ia hanyalah “alat/jalan” untuk mencapai tujuan yg lebih luhur, yaitu kemerdekaan manusia-manusia Indonesia. Itu sebabnya kita mesti terus berjuang dengan berani karena:
-MERDEKA itu berarti bergandengan tangan, bergandengan pikir, bergandengan hati, menyatukan visi misi dan mimpi demi satu negeri pertiwi.
-MERDEKA itu berarti melangkah kaki ke depan; satu-dua, kanan-kiri, jangan jalan sendiri (nanti bisa ‘ngos’), lebih baik jalan bersama biar ‘joss’.
-MERDEKA itu berarti melangkah kaki ke depan: satu-dua, kanan-kiri, pandang ke depan, perkecil menengok kebelakang (apalagi jalan di tempat).
-MERDEKA itu berarti melangkahkan kaki ke depan: satu-dua, kanan-kiri (jangan kaki kiri menjegal kaki kanan, nanti kesrimpet dan jatuh sendiri).
-MERDEKA itu berarti melangkahkan kaki ke depan: satu-dua, kanan-kiri, maju terus pantang mundur (bukannya mundur terus pantang maju, bukan?)
Pastinya, bangsa yang merdeka adalah bangsa yang terus berjuang memberi ruang fair flay bagi proses komunikasi yang cerdas dan bebas dari segala bentuk ketidakmerdekaan. Dalam bahasa Soegijapranata: “Banjaklah keuntungan jang kita trima dari masjarakat jang kita duduki, banjak pula djasa jang harus kita lakukan pada chalajak ramai sekitar kita.”
2.Putih: Kesucian

“Kamu dipanggil untuk kemerdekaan; maka abdilah satu sama lain dalam cinta kasih.” Kita diajak memiliki “nada dasar c”, cinta dalam kasih dan pelayanan yang tulus dan kudus.
Beberapa pesan supaya kita bisa hidup tulus, kudus dan memancarkan kesucian, al:
– “Orang merdeka adalah orang yang hati dan tindakannya tidak dikuasai oleh kebencian dan hawa nafsu” (bac 1).

– ”Orang merdeka adalah orang yang mau menghormati dan mampu mengasihi semua orang atas dasar takut akan Allah ” (bac 2).

– “Orang merdeka adalah orang yang hidupnya seimbang dan mampu menghayati berbagai peran secara bijaksana, baik dalam hubungan dengan Tuhan, dalam masyarakat, dalam keluarga, dll” (bac injil).
Yang pasti, kemerdekaan itu ibarat buah, baik buat pencernaan, tapi cuma lambung sehat yang mampu mencernanya, bukan?
3.Kuning: Kemuliaan

Sebuah inkonsistensi: suka sholat tapi suka mengumpat, suka ke gereja tapi males kerja, suka kebaktian tapi suka kebatilan, suka aksi tapi gandrung korupsi, suak kotbah tapi tidak bisa ngelakoni. Merdekakah?
Bukankah Gereja berpesan bahwa kita telah dipanggil untuk merdeka, tapi janganlah kita menggunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa.
Kemerdekaan juga harus menjamin empat hal yakni merdeka bersuara, merdeka dalam beragama, merdeka dari ketakutan dan merdeka dari kesengsaraan.
Dkl: kemerdekaan mengajak kita untuk memiliki semangat kemuliaan dalam kata dan tindakan nyata bersama dengan Tuhan. Bukankah kemuliaan tampak ketika kita senantiasa memperjuangkan kesatuan: “kita kuat karena bersatu dan kita bersatu karena kuat.”
Yah, semoga kita semua “BECOME ONE”, menjadi satu dalam semangat “Bhineka Tunggal Ika” dan janganlah berhenti tangan mendayung dan kaki terayun, karena nanti arus bisa membawa larut dan hanyut: In necessariis unitas in dubiis libertas in omnibus caritas – Dalam kegentingan-bersatulah, dalam keraguan-merdekalah, dalam segala hal–cintailah!
“Merah darahku, Putih tulangku, Katolik imanku.”
“Cari kayu dan akasia – Dirgahayu bangsa Indonesia”
Salam HIKers,

Tuhan memberkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: