SMS Sabda

Another way spreading God Words

Kesaksian hidup

​Siraman Rohani

Sabtu, 20 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kesaksian hidup jauh lebih meyakinkan daripada kata-kata manis.(Matius 23: 1-12)
Saudara-saudari …. Sejak kematian Pastor Gregorius Jehanus, 17 Agustus 2016 sampai hari ini, begitu banyak yang bertanya-tanya: “Mengapa begitu cepat pergi?”  Masing-masing orang ungkapkan pengalaman dan kesannya tentang Pastor Gregorius. Ada yang katakan, “Gregorius seorang misionaris muda yang bekerja keras, apa yang dikatakannya, itulah yang dikerjakannya;  Ada yang katakan: Pastor Gregorius sangat menyatu dengan umat setempat, begitu mudah menyesuaikan diri dengan masyarakat setempat; Ada yang katakan bahwa Pastor Gregorius sangat cepat mempelajari bahasa setempat. Dengan menggunakan bahasa setempat, ia dengan mudah meraih hati orang-orang setempat. Ada yang katakan bahwa Pastor Gregorius sangat disiplin dan konsisten dengan program yang sudah disepakati bersama umatnya. Ia sudah mendidik umatnya lewat kesaksian hidupnya sendiri.”
Saya juga baru dapat berita bahwa banyak umat dari pedalaman, di mana ia pernah bekerja selama 20 tahun, akan turun ke Madang, wilayah pantai tempat ia bekerja 5 tahun terakhir, mau tunjukkan rasa hormat dan terima kasih mereka kepada imam misonaris asal Indonesia ini, sebelum tubuhnya dikuburkan hari Selasa 23 Agustus 2016. Kesaksian hidupnya sudah menyentuh hati banyak orang. Begitu banyak orang sudah merasakan dan mengalami betapa baiknya Pastor Gregorius. Pasti namanya selalu dikenang oleh banyak orang.
Lewat InjilNya hari ini, Yesus menasihat para muridNya bagaimana bersikap yang benar terhadap ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Katanya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Para murid harus mengikuti ajaran mereka karena ajaran mereka sesungguhnya berasal dari sumber yang benar yaitu dari Allah sendiri. Ajaran itu berguna untuk membawa manusia mengenal Allah dan setia pada peraturan-peraturan Allah.
Yang dikritik Yesus adalah cara hidup mereka yang bertolak belakang pada ajaran yang mereka bebankan kepada orang lain. Mereka mengajarkannya, tetapi tidak melakukannya.

Injil hari ini boleh dianggap sebagai bahan refleksi yang menarik untuk kita semua, bukan hanya untuk para gembala umat dan pelayan Sabda, tetapi juga untuk para pelayan masyarakat dan orang-tua dalam keluarga. Apakah ajaran kita selalu didukung oleh teladan hidup kita? Apakah kita selalu menjadi orang pertama, yang melakukan apa yang kita ajarkan sehingga mereka yang diajar akan dengan mudah mengikutinya. Apakah kita selalu konsisten dengan apa yang kita ajarkan? Orang akan lebih mudah mempercayai kita kalau kita selalu memberi contoh yang baik kepada mereka. Tetapi kalau tidak maka semua kata-kata manis, yang kita taburkan tidak akan membawa dampak yang positip kepada orang yang mendengarkanya.
Dalam Gereja kita sekarang, ada umat yang tidak percaya pada para gembalanya karena kesaksian hidup mereka tidak sejalan dengan apa yang mereka wartakan dari mimbar Sabda; Dalam keluarga juga demikian, ada anak-anak yang tidak senang dengan orangtua mereka karena kedua orangtua tidak memberikan teladan yang baik kepada mereka.
Marilah saudara-saudari, kita harus bersyukur kepada Yesus Kristus karena Ia selalu mengingatkan kita untuk berbuat yang benar.  Kalau kita selalu tunjukkan sifat dan sikap yang baik kepada sesama, maka kita harus bersyukur kepada Tuhan. Tetapi kalau kita sering gagal, maka marilah kita perbarui diri, yakinkan kepada orang lain bahwa dalam diri kita sesungguhnya ada banyak potensi yang baik yang bisa kita bagikan kepada orang lain. Semakin kita tunjukkan dan bagikan kebaikan-kebaikan yang kita miliki, maka semakin banyak orang akan merasakannya, dengan demikian nama baik kita pun pasti akan dikenang oleh mereka yang akan kita tinggalkan, seperti yang kini kami rasakan di Papua New Guinea, dengan kepergian saudara kami, Pastor Gregorius Jehanus SVD. Ia sudah menabur begitu banyak kebaikan, kini begitu banyak orang ekpresikan pengalaman dan kesannya akan kebaikannya.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu membantu kita agar apa yang kita ajarkan selalu dapat kita wujud-nyatakan dalam hidup harian kita.
Kita meminta Bunda Maria, Bunda Yesus Kristus untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: