SMS Sabda

Another way spreading God Words

Masuk surga

​Siraman Rohani

Minggu, 21 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin, SVD
Tema: Menjadi Kristen tidak berarti secara otomatis akan masuk surga.   

(Lukas 13: 22-30)
Saudara-saudari…. Hari ini kita mendengar satu pertanyaan yang menarik dari para pengikut Kristus. Katanya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu.” Jawaban Yesus ini mengingatkan kita untuk selalu bekerja keras agar kita boleh masuk ke dalam surga. Dengan kata lain, menjadi Kristen, tidak berarti secara otomatis kita masuk ke dalam surga. Kalau mau menikmati indahnya kerajaan surga, kita harus selalu berjuang setiap saat.
Mungkin kadang kita berpikir, bahwa kita sudah menerima sakramen permandian, dengan menerima sakramen permandian kita sudah secara resmi sudah menjadi anggota Gereja. Benar,  bahwa dengan menerima sakramen permandian, kita sudah secara resmi menjadi anggota Gereja, tetapi kita tetap dituntut untuk selalu berusaha agar bisa masuk. Sakramen permandian boleh kita samakan dengan tiket pesawat. Seorang yang sudah punya tiket pesawat punya hak untuk boleh naik pesawat. Tetapi kalau tiket itu tidak pernah diproses, dimanfaatkan maka tiket itu tidak punya arti bagi pemiliknya.
Saya teringat akan seorang anak seminari. Ia sudah chek-in dan mendapat boarding pass. Sesudah mendapat boarding pass ia keluar dari ruang tunggu duduk di bawah pohon. Karena kesejukan berada di bawa pohon ia tertidur. Sewaktu ia tertidur ia tidak mendengar panggilan dari petugas boarding. Sewaktu ia bangun, bergegas masuk ke ruang tunggu mendekati pegawai boarding, ia kaget karena Pesawatnya sudah pergi. Boarding pass yang dimilikinya sudah tidak berguna lagi baginya. Karena kelalaiannya ia harus menerima akibatnya.
Hari ini Yesus dengan tegas katakan: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak.”  Mungkin ada yang bertanya: Mengapa pintu kerajaan surga dianggap begitu sesak?  Pintu surga dilukiskan demikian karena memang untuk masuk ke dalam kerajaan surga butuh kedisiplinan, ketekunan, kerja keras dan pengorbanan.
Kita ingat kata-kata Yesus Kristus sendiri: “Barangsiapa mau mengikuti Aku, ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya.” Itu berarti untuk mengikuti Yesus Kristus, mengikuti jalanNya, menuju surga dibutuhkan kesabaran dan perjuangan. Kehendak pribadi harus ditinggalkan, sebaliknya kehendak Tuhan harus diikuti. Kemauan bebas melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan kemanusiaannya harus diingkari, sebaliknya kemauan dan keinginan Tuhan harus diikuti. Mengingkari kemauan diri sendiri itulah yang kita sebut salib yang harus dipikul demi pemenuhan kehendak dan kemauan Tuhan. Itulah yang harus selalu kita perjuangkan setiap hari. Perjuangan dan pengorbanan setiap saat itulah yang kita sebut pintu sesak, karena butuh ketabahan, kesabaran dan disiplin. Tidak semua manusia siap mengingkari kehendaknya sendiri; tidak semua manusia siap memikul salibnya sendiri. Kecendrungan manusia adalah mau menyenangkan dirinya dan melakukan apa yang diinginkannya. Ia mau memanfaatkan kehendak bebasnya demi pemuasan dirinya sendiri.
Sewaktu saya belajar bahasa Inggris di Sydney bulan januari 1991, seorang teman kelas yang tidak beragama katakan pada saya: “Fredy, saya dengar bahwa engkau seorang pastor. Katanya seorang pastor tidak boleh kawin untuk selama-lamanya. Apakah itu benar?” Saya menjawab: “Ya…itu benar.” Kemudian dia berkata: “Itu satu sikap melawan kodrat manusia. Laki-laki harus kawin Fredy.” Dengan senyum saya katakan kepadanya: “Kalau engkau mengetahui ajaran Katolik, pasti engkau memahami apa artinya hidup tidak kawin untuk seorang pastor. Tetapi karena engkau tidak mengerti makanya engkau berkata demikian. Diskusi kami tidak dilanjutkan karena keduanya melihat dari sudah yang berbeda. Hidup tidak kawin adalah satu penyangkalan diri yang harus diperjuangan setiap hari demi satu tujuan yang sangat mulia. Itulah pintu sesak yang harus dilalui.
Marilah saudara saudari, manfaatkanlah tiket yang sudah kita miliki itu dan pasanglah telinga hati kita untuk selalu mendengar pengumuman dari Allah dan berjuanglah mendekati dan masuk ke dalam pintu kerajaan Allah. Memiliki tiket atau menjadi Kristen tidak secara otomatis kita masuk ke dalam Kerajaan surga. Sebaliknya, kita harus selalu bekerja keras dan tekun menjalankan perintah Tuhan.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan iman, harapan dan cinta kita kepadaNya.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: