SMS Sabda

Another way spreading God Words

KEPURA-PURAAN

​Siraman Rohani

Senin 22 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Lepaskanlah diri dari kepura-puraan. (Matius 23: 13-22)
Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta Santa Perawan Maria, Ratu Surgawi. Ratu Surga adalah sebuah gelar yang diberikan kepada Perawan Suci Maria oleh umat Kristiani, terutama oleh umat Katolik dan Ortodoks. Gelar ini merupakan konsekwensi dari konsili Efesus di mana Sang Perawan Maria dinyatakan sebagai Bunda Allah. Gelar Ratu surga sudah menjadi tradisi Katolik termasuk dalam doa-doa dan karya sastra devosi, dan kelihatan dalam kesenian Barat yang bertemakan Pemahkotaan Sang Perawan. Gelar ini dimasukkan oleh Paus Pius ke 12 di dalam ensikliknya mengenai Ratu Surga. Bunda Maria digelar Ratu Surga karena kedekatannya dengan Puteranya Yesus Kristus. Ia seorang Bunda yang suci, dipilih Allah sendiri untuk menjadi Bunda PuteraNya. Tidak ada kepalsuan di dalam dirinya; tidak ada kepura-puraan dalam dirinya. Yang ada hanyalah ketulusan hati dan keterbukaan pada kehendak Tuhan.

Hari ini Yesus mengecam kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka dikecam karena tingkah lakunya yang tidak jujur. Mereka disapa orang munafik oleh Yesus Kristus. Kata munafik kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani: hypocritos, dipakai untuk para actor atau pemain teater. Para actor di atas panggung bisa mementaskan drama dengan luar biasa, menampilkan orang yang kaya raya, suci, sedih, gembira, sengsara, jatuh cinta, kejam, dan sebagainya. Tetapi apa yang mereka perankan di panggung, tidaklah sama dengan kehidupan nyata mereka. Itulah yang bisa mengungkapkan makna dari kata munafik. Apa yang di luar beda dengan apa yang di dalam.
Yesus sama sekali merasa kasihan dengan orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka memiliki sikap munafik ini. Ia mengecam mereka bukan karena benci. Tetapi mau menyadarkan mereka. Yesus menghendaki agar mereka bertobat, lepaskan diri dari kepura-puraan dan tanamkan sikap seperti yang ditunjukkan oleh Bunda Maria, seperti selalu sikap polos, tulus dan pasrah total kepada kehendak Allah.
Sebagai murid Kristus, sudah seharusnya kita melepaskan diri dari kepura-puraan dan tanamkan dalam diri kita sikap tulus dan jujur, terbuka kepada kehendak Allah, mengikuti contoh hidup dari Bunda Maria.

Marilah saudara-sauadari… kita berdoa semoga Tuhan selalu menjauhkan dari kita sikap munafik dan memperkuatkan dalam diri kami semangat untuk selalu promosikan sikap jujur dan berkata benar dalam hidup harian kami.
Kita memohon Bunda Maria, Ratu Surgawi untuk mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: