SMS Sabda

Another way spreading God Words

Agere contra – Berbuat yang sebaliknya!

​HIK: Kamis, 25 Agustus 2016

Pekan Biasa XXI

1Kor 1:1-9; Mzm 145:2-7; Mat 24:42-51

Inilah salah satu tips/kiat dalam latihan rohani ignasian, supaya kita bisa mengutamakan yang mulia dan mengalahkan kecenderungan diri yang hina.
Jelasnya, kita diajak untuk total melawan kecenderungan diri yang rapuh dan jahat dengan berbuat yang sebaliknya. Hal ini mengandaikan sebuah pengorbanan dan penyangkalan diri, sebuah “mati raga” yang disadari sebagai sebuah keutamaan untuk selalu menjadi orang yang berjaga dan bersiap-siaga menantikan Tuhan.
Adapun, Yesus hari ini juga menegaskan: “Berjaga-jagalah, sebab kalian tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya itu, ketika tuannya datang.”
Ya, kita diajak untuk juga menjadi orang yang di-mahkotaiNya dengan sikap yang selalu berjaga-jaga, seperti seorang hamba yang diberikan kepercayaan dan penjaga pintu yang diberikan kesempatan. Dkl: Kita diajak untuk menempatkan hidup di masa kini dan di sini (“hic et nunc”) dalam perspektif eskatologis agar kita dapat mengalami akhir yang membahagiakan, yang dalam bahasa St. Paulus: “hidup tidak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus” (1Kor 1:8).
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa kedatanganNya untuk orang yang SIAP (“Selalu Ingat Akan Panggilan”) dapat terjadi kapan saja dan setiap saat, tidak terduga dan tak diketahui.
Nah, karena kedatanganNya itu pasti (kita semua akan mengalaminya) sekaligus tidak pasti (kita tak tahu kapan waktunya), kita diajak untuk selalu siap dan setia berjaga dalam segala perbuatan baik (Mat 24:42; 24:44, Luk 12:35-36,38-40,46; 21:34-36).
Jelasnya, beberapa sikap konkret yang dianjurkan adalah berpola “3B”, antara lain:
1.Ber-jaga:

Kita diajak untuk tegas dan jelas melakukan pelbagai perbuatan baik sembari berkomitmen untuk menghindar/menjauhkan diri dari “kecentilan dan kekanak-kanakan yg berlebihan,” dari pesta pora-kemabukan serta gemerlap dunia fana yang berlebihan.
2.Ber-doa:

Kita diajak untuk “merapatkan barisan”, menjaga relasi dengan yang Ilahi, ber-“intimitas cum Deo”, entah doa pribadi atau bersama yang lain.
3.Ber-mati raga:

Kita diajak untuk mematikan keinginan daging dan kelekatan tak teratur pada harta benda dunia dengan sikap rela berbagi dan hidup bersahaja lewat karya yang murah hati, ucapan yang memberkati dan pastinya doa yang sepenuh hati.
Inilah juga ajakan Tuhan yang mau menyempurnakan hidup kita dari manusia insani (ego-sentris) menjadi manusia imani (kristus-sentris), yang siap menjadi “betlehem” bagi kelahiran Tuhan di hati kita masing-masing.
“Mba Melan jualan sikat – Siapkan jalan karena Tuhan sudah dekat!”
Salam HIKers,

Tuhan berkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: