SMS Sabda

Another way spreading God Words

Kedatangan Tuhan kita

​Siraman Rohani

Kamis 25 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Bersiap-siaplah selalu menyambut kedatangan Tuhan kita. (Matius 24: 42 – 51)
Sdr/i… Saya baru pulang mengikuti penguburan saudara kami, Pastor Gregorius Jehanus SVD yang meninggal tanggal 17 August 2016. Bersama tiga teman SVD asal Indonesia, saya terbang dari Port Moresby menuju Madang, satu jam penerbangan. Setiba di Madang, kami dijemput oleh teman pastor SVD asal Indonesia juga. Sore sekitar jam 5:30 kami menuju kampung Mirap tempat Pastor Gregorius bekerja. Setiba di sana, kami langsung ke Gereja karena jenasahnya disemayamkan di dalam Gereja. Saya menyaksikan begitu banyak orang: ada suster, bruder, pastor dan para awam. Melihat kehadiran orang-orang ini saya sungguh yakin bahwa Pastor Gregorius sudah menyentuh hati begitu banyak orang. Yang sungguh menarik adalah ada satu kelompok dari pedalaman datang membawa beberapa ekor babi dan ubi-ubian. Padahal jarak tempatnya sangat jauh, sekitar 8 jam perjalanan. Mereka datang memberi penghormatan terakhir untuk Pastor Gregorius. Mereka ikuti seluruh rangkaian acara sampai sesudah penguburan jenasah.
Sesudah berdoa di samping peti jenasah saya ke pastoran menemui Diakon yang menyaksikan proses kematian Gregorius dan meminta beliau untuk ceriterakan bagaimana proses kematiannya. Katanya: “Pagi-pagi mereka rayakan Misa peringatan kemerdekaan RI yang 71. Kemudian sarapan. Sesudah sarapan mereka siap-siap untuk ke satu lingkungan memberi retret untuk kaum muda. Waktu keluar pintu ia menemukan beberapa anak muda yang sudah siap pergi menemani Pastor Gregorius. Waktu dia berdiri menyapa mereka, tiba-tiba ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke arah kiri. Ia coba memegang satu bangku kecil di samping kiri, tetapi gagal, tubuhnya jatuh telungkup, dahinya terbentur pada kelikir. Diakon membalikkan tubuhnya memompa bagian dadanya. Diakon memperhatikan kedua anak matanya sudah putih dan dari mulutnya keluar air liur. Diakon menyuruh mancari sopir dan membawa Pastor Gregorius ke Puskesmas terdekat. Setibanya di Puskesmas, perawat katakan bahwa Pastor sudah meninggal.
Sesudah mendengar kisah Diakon tentang kisah kematian Pastor Gregorius, saya hanya boleh berkata bahwa Tuhan sudah punya rencana untuknya dan dia sudah sangat siap menyambut kedatangan Tuhan. Secara rohani, dia sudah menyantap tubuh dan meminum darah Kristus di pagi hari sebelum ajalnya tiba. Secara jasmani, bersama diakon, ia sudah menguatkan tubuhnya dengan sarapan pagi. Pagi itu ia sudah siap menjalankan tugas pastoralnya sebagai imam, melayani kaum muda, menyegarkan dan menguatkan iman mereka lewat memberi retret yang bahan-bahannya sudah disiapkannya dengan baik.

Itulah rencana Pastor Gregorius. Tetapi rencana Tuhan ternyata sama sekali lain. Di depan beberapa anak muda dan diakon yang dibimbingnya, Tuhan mengambil Gregorius. Rohnya diambil kembali oleh pemiliknya, yaitu Tuhan. Di saat rohnya diambil, tubuhnya yang fanah tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya kehilangan nyawa, kehilangan hidup. Tubuhnya jatuh kembali ke tanah, karena tanah adalah asalnya.

 

Sabda Tuhan hari ini: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.”

Pernyataan Yesus ini sesungguhnya mengundang kita untuk selalu berjaga-jaga menanti kedatangan Yesus Kristus karena kita sama sekali tidak tahu kapan tiba waktunya Dia datang menjemput kita.
Menjelang kematian Pastor Gregorius ada beberapa orang memberi kesaksian. 1. Seorang frater SVD, pada tanggal 17 Agustus sekitar jam 8 pagi, mengirim ucapan Selamat ulang tahun kemerdekaan RI ke 71 kepada Pastor Gregorius. Pastor Gregorius menjawab, “Sampai jumpa di Polandia, karena memang Frater ini tgl 22 berangkat ke Polandia.” Ternyata pada pagi itu ia meninggal. 2). Suster Getrudis SSPS asal Indonesia, jam 10 pagi pada tanggal 17 Agustus mendapat telpon dari Pastor Gregorius. Tetapi suster tdk mengangkatnya krn ia lagi mengajar. Padahal sekitar jam itu ia jatuh dan meninggal. Sr. Getrudis berkata bahwa pada pertemuan terakhir, Pastor Gregorius berkata: “Kapan kita bisa bertemu kembali?” 3). Pastor Itzo SVD asal Indonesia juga membagi pengalamannya, katanya: “pada pertemuan terkahir, Pastor Gregorius katakan kepadanya: engkau menggantikan saya. Katakan kepada Pastor John Bere SVD asal Indonesia untuk perhatikan adik-adik pastor SVD Indonesia.”
Dari kesaksian ini, saya boleh katakan bahwa Pastor Gregorius sudah menyiapkan bathin untuk menyambut kedatangan Tuhan. Dia sepertinya sudah merasakan bahwa sebentar lagi Tuhan akan datang menyambutnya.
Pertanyaan untuk kita, apakah kita selalu menyiapkan bathin kita menyambut kedatangan Tuhan?

Marilah saudara-saudari, kita berdoa memohon bantuan Tuhan agar kita selalu tekun dalam iman, menghayati dan mengamalkan perintah Tuhan dan selalu siap menjalankan karya amal.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: