SMS Sabda

Another way spreading God Words

Kekuatan kata-kata

​Siraman Rohani

Selasa 30 Agustus 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kekuatan kata-kata sangat membawa dampak, entah positip atau negatip kepada orang yang mendengarkannya. (Lukas 4: 31 – 37)

Saudara-saudari… Hari ini kita kembali mendengar kisah Injil bahwa banyak orang takjud mendengar pengajaran Yesus. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Sampai-sampai Setan yang ada di dalam diri seseorang berteriak-teriak. Setan bukan hanya takut kepada Yesus, tetapi ia juga mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Yang Kudus dari Allah. Dengan kekuatan kata-kata, Yesus menghardik setan itu, katanya: “Diam, keluarlah dari padanya.” Setan taat kepada Yesus dan segera meninggalkan orang yang dirasukinya.
Kalau kita kembali merenungkan kuasa dan kekuatan Tuhan kita, sesungguhnya kekuatannya ada dalam kata-kataNya. Mulai dari kisah penciptaan. Tuhan menciptakan segala sesuatu lewat kekuatan kata-kataNya. Ia menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan kata-kata. Kalau kita renungkan mujizat yang dibuat oleh Yesus Kristus, hampir semua mujizatnya dibuat lewat kekuatan kata-kata.

Hari ini Dia menghardik setan dengan kekuatan kata-kata: “Diam, keluarlah dari padanya.”

Kata-kata sesungguhnya punya kekuatan yang sangat luar biasa. Saya yakin setiap kita punya pengalaman entah sewaktu masa kecil atau dewasa, bahwa kalau ada orang memuji kita dengan kata-kata yang bagus, kita pasti merasa sangat bahagia. Sebaliknya kalau kita dicaci maki, dikata: bodoh, babi, anjing, muka jelek dan lain-lain, maka perasaan kita pun akan sangat sedih. Kita merasa bahwa kita sama sekali tidak punya harga diri.
Sadar akan kekuatan kata-kata, kita sudah seharusnya selalu berhati-hati menggunakan kata-kata dalam berkomunikasi dengan orang lain dalam hidup harian kita.
Sewaktu saya mengikuti kursus di Inggris tahun 2015, seorang professor psikologi ahli penyembuhan luka batin menganjurkan agar menulis banyak kata-kata positip untuk diri sendiri dan setiap hari, sambil berdiri di depan cermin, ucapkan kata-kata positip itu dengan penuh keyakinan. Contohnya: engkau baik, engkau ganteng/cantik, engkau pintar, engkau jujur, engkau kuat, engkau bisa, engkau berani, engkau bertanggungjawab dll. Yakinkan diri sendiri bahwa kita adalah seperti kata-kata yang kita ucapkan itu. Latihan itu akan sangat membantu kita untuk semakin percaya diri. Latihan itu juga akan membantu kita agar bisa sembuh dari luka-luka bathin yang sudah lama menggeroti bathin kita.
Jadi kembali kepada kekuatan kata-kata. Kalau kita yakin dengan kata-kata yang kita ucapkan maka kekuatan kata-kata itu akan menyusup masuk ke dalam diri kita dan membantu kita untuk pelan-pelan berubah.
Orang banyak takjub mendengar pengajaran Yesus, karena Yesus sangat percaya dengan kata-kata yang diucapkannya. Kata-kata yang keluar dari mulutNya sesungguhnya hasil dari perpaduan antara pikiran, perasaan dan rohNya sendiri. Perpaduan dari ketiga kekuatan dasar ini membawa dampak yang sangat luar biasa kepada mereka yang mendengarkannya.
Kita semua juga bisa buat yang sama.  Kalau kita mau supaya orang bisa mendengarkan kita dan percaya akan apa yang kita sampaikan, maka kita harus sungguh konsentrasi: pikiran, perasaan dan roh kita harus focus pada apa yang akan kita sampaikan. Kata-kata kita harus dilihat sebagai perpaduan antara ketiga kekuatan itu. Dengan kata lain, pikiran kita harus menyatu dengan roh kita dan roh kita harus menjiwai tingkah-laku kita.
Marilah saudara-saudari, perhatikanlah dengan baik – baik kata-kata yang kita gunakan dalam percakapan harian kita, baik dengan anak-anak kita dalam keluarga, di sekolah maupun sesame kita di lapangan pekerjaan kita masing-masing. Sadarlah selalu bahwa kata-kata kita bisa menjadi obat yang bisa menyembuhkan, memikat, membahagiakan, tetapi juga bisa menjadi racun yang bisa menyakitkan atau mematikan.

Kita berdoa semoga teladan Kristus selalu menjiwai semangat hidup kita dalam berkomunikasi sehingga banyak orang akan mengalami rasa damai dengan kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: