SMS Sabda

Another way spreading God Words

Kuasa Tuhan memperkaya kemampuan kita

​Siraman Rohani

Kamis 01 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kuasa Tuhan memperkaya kemampuan kita. (Lukas 5: 1 – 11)
Saudara/i… Injil hari ini mengingatkan kita akan beberapa hal penting.

1. Dalam karya keselamatan manusia, Tuhan menggunakan hasil usaha manusia untuk keselamatan manusia itu sendiri. Injil hari ini katakan: “Yesus naik ke dalam perahu milik Simon dan menyuruh Simon supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Kemudian Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.”  Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Simon tidak mengizinkan Yesus naik ke dalam perahunya. Simon sungguh murah hati dan biarkan Yesus memanfaatkan kekayaannya sebagai sarana pembantu dalam karya pewartaan Yesus. Satu pesan yang sangat menarik untuk kita supaya selalu murah hati dan biarkan harta kekayaan kita digunakan Tuhan demi kelancaran pewartaan kerajaan Allah.
2. Setia dan taat mengikuti perintah Tuhan selalu mendatangkan berkat berlimpah. Injil katakan bahwa sesudah selesai mengajar, Yesus berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Perintah Yesus ini ditanggapi oleh Simon dengan satu keluhan, katanya: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Pernyataan Simon ini bisa ditafsiran:  pertama sebagai penolakan secara halus akan perintah Yesus. Dia, sebagai pelaut, tahu dengan baik kapan waktu terbaik untuk menangkap ikan. Membuang jala di siang hari bukanlah waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Sepertinya dia mengikuti perintah Yesus sekedar mau menyenangkan Dia. Penafsiran kedua, Simon tetap percaya kepada Yesus Kristus. Katanya: “Karena Engkau menyuruhnya, aku akan melakukannya.” Dari pernyataan ini tersirat satu pesan bahwa Simon tetap melihat Yesus sebagai orang yang harus dihormati, walaupun dari segi pengetahuan, Yesus bukanlah Nelayan. Di sini, Simon mengesampingkan kemapuannya, dan mengikuti perintah Yesus. Kesetiaan dan ketaatan mengikuti perintah Yesus sudah mendatangkan berkat bagi Simon. Dalam sekejap mereka menangkap begitu banyak ikan.
Yang juga menarik, bahwa walaupun hasil tangkapannya sangat banyak, tetapi jala mereka tidak koyak. Itu berarti mujizat Tuhan selalu mendatangkan kebahagiaan, bukannya kerusakan. Dari pengalaman Simon ini, kita juga bisa belajar, bahwa kemampuan manusiawi kita tidak bisa melampau kehebatan Tuhan. Karena itu, sikap yang harus selalu kita pupuki dalam hidup sebagai umat beriman adalah biarkan kuasa Tuhan bekerja dalam diri kita. Kuasanya akan memperkaya kemapuan kita. Kita boleh manfaatkan kemampuan kita sesuai dengan profesi kita, tetapi kita juga harus selalu terbuka, membiarkan dan malah mengajak Tuhan untuk selalu bekerja sama dengan kita. Tuhan adalah sumber segala pengetahuan, pengetahuannya tidak terbatas.
3. Pengalaman akan kuasa Allah selalu menyadarkan kita betapa besarnya kuasa Tuhan dan betapa tak-berdayanya kita umat manusia. Simon, sesudah menyaksikan penangkapan ikan yang begitu banyak, tersyungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Mungkin tadinya Simon mengikuti perintah Yesus tidak sepenuh hati. Mungkin dia menganggap remeh Yesus Kristus sebagai anak tukang kayu yang tidak punya pengetahuan akan kelautan. Tetapi kini ia sadar. Pengalaman akan kuasa Allah sudah merubah konsepnya. Ia percaya betapa besarnya Tuhan, dan betapa tak-berartinya dia dihadapan Tuhan.

Mungkin kita juga pernah alami hal yang sama, bahwa sesudah kita alami mujizat Tuhan, kita semakin sadar betapa hebatnya Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian iman kita pun semakin kuat.
4. Baragsiapa yang sudah mengalami Allah secara pribadi sesungguhnya, ia sudah dimanfaatkan Tuhan untuk menjadi sarana keselamatan bagi sesama. Simon, sesudah mengalami mujizat, merubah profesinya, dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Mungkin ada di antara kita,  yang juga sudah mengalami hal yang sama. Karena pengalaman iman yang sangat luar biasa, kita tinggalkan profesi kita dan mulai dengan satu profesi baru yaitu melayani Tuhan.
Marilah saudara-saudari, berilah diri kita, milik kita untuk selalu dimanfaatkan oleh Tuhan kita. Sekali Tuhan menggunakan diri atau milik kita demi kerajaan Allah, pasti berkat berlimpah akan dicurahkanNya kepada kita.

Kita berdoa semoga Tuhan selalu bekerja dalam diri kita dan biarkan kemampuan kita diperkaya oleh kuasaNya.
Kita memohon Bunda Maria, Bunda Yesus Kristus untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: