SMS Sabda

Another way spreading God Words

Perencanaan & Pertimbangan yang baik

​Siraman Rohani

Minggu 4 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Pertimbangkan baik-baik apa yang hendak kita buat sebelum kita memutuskannya! (Lukas 14: 25 – 33).
Saudara-saudari,  … Ada seorang misionaris muda begitu semangat pergi ke tanah misi. Begitu keluar dari ruang imigrasi di bandara internasional di tanah misi, ia begitu semangat melihat lingkungan sekitar. Sambil mengisap rokok, ia melangkah kiri – kanan tinggalkan kopernya di salah satu tempat. Sewaktu penjemputnya datang dan bertanya padanya: “Di mana kopor-kopornya?”  Ia balik mencari kopornya. Ia begitu kaget karena yang ditemukannya hanya satu kopor, sementara yang satu-nya sudah hilang. Si penjeput dekati satpam, tanya kalau mereka melihat ada orang yang mengambilnya. Satpam hanya menggelengkan kepala.
Karena pengalaman buruk ini, si misionaris muda begitu kecewa. Ia kehilangan semangat dan rasa tertarik untuk bekerja di tanah misi di Negara yang  baru ini. Sesudah beberapa minggu, ia mendekati pembesarnya untuk minta kembali ke tanah airnya. Permintaannya dikabulkan.

 

Pertanyaan kita: Apakah sebelum ke tanah misi, misionaris ini sudah belajar tentang situasi social di tanah misi yang ditujuinya? Apakah dia sudah pernah tanya para misionaris yang sudah lama bekerja di sana tentang suka-duka di tanah misi? Apakah pengalaman negatip ini betul-betul menjadi alasan utama yang membuat dia pulang ke tanah air atau ada factor lain? Pernahkah ia duduk dan pertimbangkan baik-baik, akan segala kemungkinan yang terjadi, secara khusus pengalaman negatip di tanah misi, dan apa yang harus diambilnya kalau saja pengalaman negatip itu terjadi?
Kesan saya, bahwa si misionaris muda ini sepertinya belum persiapkan dirinya secara matang sebelum dia pergi ke tanah misi. Kalau saja ia sudah secara matang mempertimbangkan semua kemungkinan yang akan terjadi ke atasnya di tanah misi, entah psoitip atau negatip, saya yakin, dia tidak secepat itu memutuskan untuk kembali ke tanah air. Persiapan batin atau psikologis, mental dan rohani adalah sangat-sangat penting sebelum pergi ke daerah misi yang baru. Kalau tidak maka kegoncangan psikologis, mental dan rohani pasti akan terjadi.
Saudara-saudari, Yesus dalam InjilNya hari ini justru ngomong tentang hal ini, bahwa betapa pentingnya membuat percencanaan dan persiapan-persiapan sebelum mau melakukan sesuatu. Dia memberi contoh konkrit. Seorang yang mau mendirikan menara. Ia harus duduk dan buat perhitungan dengan baik, membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaannya? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Perencanaan dan persiapan yang baik, adalah sangat penting sebelum melakukan satu pekerjaan.

Dua minggu lalu, seorang frater SVD asal Papua New Guinea lanjutkan studinya di Polandia. Sebelum dia ke sana, seorang teman Pastor asal Polandia mempersiapkan dia dengan kursus singkat, tentang bahasa dan budaya Polandia. Secara mental dan psikologis sepertinya dia sudah siap. Pada hari keberangkatan saya masih sempat tanya dia, apakah alamat dan telpon rumah komunitas di mana ia akan tinggal sudah ditulis? Dia menjawab, belum. Saya menyuruhnya supaya harus ditulis dan simpan di saku baju. Sesampainya di kantor imigrasi Polandia, petugas tanya dia supaya tunjukkan surat undangan dari Pater Provinsial Polandia bahwa ia betul diundang ke Polandia untuk belajar di sana. Ia kaget karena ia tidak membawa undangan itu. Kemudian mereka tanya kalau dia punya alamat dan nomor telpon. Dia langsung keluarkan kertas kecil tertulis alamat dan nomor telpon. Petugas langsung telpon dan jawaban dari sebelah, bahwa betul…mereka lagi menanti kedatangan frater dari Papua New Guinea.

Betapa pentingnya Persiapan. Persiapan sangat membantu kita di saat kita berhadapan dengan situasi yang kita tidak sangka-sangkakan.
Marilah saudara-saudari, ikutilah apa yang dinasihati Yesus Kristus hari ini, bahwa sebelum kita memutuskan sesuatu, kita harus pertimbangkan dengan baik dan siapkan bathin, mental dan rohani agar tidak goncang di saat kita berhadapan dengan hal-hal yang negatip.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu menguatkan dan menyanggupkan kita untuk menghadapi situasi apa saja di saat kita menjalankan tugas misiNya.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: