SMS Sabda

Another way spreading God Words

Pengaruh kepribadian

​Siraman Rohani

Jumat 16 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Kepribadian seseorang bisa mempengaruhi cara hidup orang lain. (Lukas 8:1-3)
Saudara-saudari…pada satu kesempatan saya ditanya oleh para fraterku, “Siapa yang mempengaruhi Pater masuk hidup membiara dan memilih Serikat Sabda Allah (SVD)?”

Dengan senang hati saya menceriterakan proses masuk seminari dan bagaimana selanjutnya sampai saya memilih Serikat Sabda Allah atau SVD.
Sewaktu saya mau menyelesaikan SMP, ada seorang Frater SVD, yang menjalankan Praktek Pastoral di Paroki kami, meminta saya masuk Seminari. Awalnya saya tidak mau, tetapi kemudian, dia dengan diam-diam menulis surat lamaran ke seminari menengah Pius ke-12 Kisol di Manggarai Flores, dan lamaran diterima. Waktu saya pergi ke seminari, perasaan bathinku tidak aman. Dengan berat hati saya masuk seminari. Sesudah beberapa minggu di seminari, saya mau lari pulang dari seminari. Tetapi ada satu teman yang menganjurkan supaya ke  perpustakaan duduk baca buku-buku atau Koran, sekedar habiskan waktu sambil menanti ujian semester. Anjuran itu saya terima. Saya ke perpustakaan, duduk baca Koran dan buku-buku ceritera. Pada suatu sore, saya duduk membaca buku riwayat hidup St. Fransiskus dari Asisi. Pengalaman hidup Santo Fransiskus sungguh sangat menyentu perasaan dan pikiran saya. Sore itu juga saya katakan kepada diriku sendiri, “Saya mau jadi imam.” Sesudah selesai membaca buku itu, saya ambil satu buku lagi yaitu Riwayat hidup dari Santo Yoseph Freinademetz, Misionaris pertama dari Serikat Sabda Allah yang bekerja di China. Pengalaman hidup dari Santo Yoseph Freinademetz ini sungguh mempengaruhi saya. Karena kepribadian dan cara hidupnya, saya akhirnya memutuskan untuk masuk Serikat Sabda Allah (SVD).  Sewaktu diminta untuk melamar tempat kerja sesudah ditahbiskan imam, pilihan pertama saya ke China, pilihan kedua Papua New Guinea, pilihan ketiga Jawa. Tetapi Roma memutuskan, saya ke Papua New Guinea.
Kepribadian seseorang sungguh bisa mempengaruhi cara hidup orang lain.

Lewat Injil hari ini pun kita mendengar kisah serupa. Begitu banyak orang mengikuti Yesus. Ada dua belas rasul yang selalu bersama Yesus dan beberapa perempuan selalu siap melayani Yesus. Mereka senang dengan Yesus, karena kepribadianNya yang begitu baik. Di antara perempuan yang mengikuti Yesus, kalau kita amati latar-belakang kehidupan mereka, sungguh sangat berbeda. Maria Magdalena misalnya, sesudah ia dibebaskan dari tujuh roh jahat, ia mengikuti Yesus ke mana saja Yesus pergi; Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan yang lain mengikuti Yesus sesudah mereka disembuhkan dari penyakit mereka. Kepribadian dan jasa Yesus sudah menyentuh kepribadian mereka dan mereka merasa bahwa mereka tidak bisa tinggalkan Yesus.  Yesus sudah menjiwai hidup mereka.
Bagaimana dengan kita? Siapa yang sudah mempengaruhi kita supaya mengakui Yesus Kristus sebagai  Penebus kita? Apakah kita sudah mempengaruhi orang lain supaya menerima Yesus Kristus sebagai Penebus kita? Pernahkah kita mendengar bahwa karena kebaikan kita, orang merasa tertolong dan pengalaman itu selalu dianggapnya sebagai pengalaman yang tidak mungkin dilupakan?
Marilah saudara-saudari, berlomba-lombalah tunjukkan kepribadian yang baik kepada sesame agar banyak orang turut dipengaruhi oleh cara hidup kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: