SMS Sabda

Another way spreading God Words

Persaudaraan rohani

​Siraman Rohani

Selasa 20 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Apakah kita layak disebut saudara dan saudari Yesus Kristus?  (Lukas 8:19-21)
Saudara/i…  Dalam kehidupan bermasyarakat kita mengenal sapaan: saudara/i… Sapaan itu bisa berarti saudara/i- kandung atau saudara/i-angkat, entah diangkat secara resmi, diakui oleh Negara lewat proses hukum atau diangkat secara adat; atau saudara-i- karena dari suku yang sama enath anak om atau tanta; atau saudara-i-se-asal; atau saudara/i-se-iman, yang mengiman Tuhan yang sama.
Dalam Injil Kristus hari ini, kita mendengar, orang memberitahukan kepada Yesus, katanya: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemua dengan Engkau.” Saudara-saudara-Mu yang dimaksudkan di sini adalah bukan saudara-saudara kandung, tetapi saudara-saudara sepupuh. Menanggapi pemberitahuan itu, Yesus menjawab: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.”
Di sini Yesus mau memperkenalkan satu jenis persaudaraan, yaitu persaudaraan rohani. Persaudaraan atas dasar iman, yang punya tugas untuk meneruskan ajaranNya. Yesus menganggap bahwa mereka yang mendengarkan Dia dan menjalankan apa yang ditugaskan kepada mereka adalah saudara-saudariNya. Barangsiapa yang mendengarkan FirmanNya dan melakukanNya, dia adalah saudara/i…Yesus Kristus.

Pernyataan Yesus ini, kalau direfleksikan secara mendalam mungkin kita bisa merasakan dan memahami makna dari pernyataan itu.
Mendengarkan seseorang dan melakukan apa yang diperintahkan-nya, secara tidak langsung kita membiarkan diri kita dikuasai oleh orang itu. Pikiran dan ajakan dari orang itu sudah menguasai pikiran dan kehendak pribadi kita. Kepribadian orang itu sudah menyatu dengan kita. Kepribadiannya sudah menjadi inspirasi hidup kita; energy orang itu sudah menyatu dengan darah kita; sudah menjadi per-sau-darah-an, atau persatuaan darah.   Dalam hal inmi, kita ingat kehidupan para martir dan para kudus. Darah Kristus sepertinya sudah menyatu dengan darah mereka. Ada persaudaraan….ada persatuan darah…. Mereka tidak melihat Yesus kristus ada di luar diri mereka, tetapi selalu dirasakan bahwa Yesus Kristus sudah ada dalam diri mereka. Yesus sungguh menyatu dan hidup dalam diri mereka. Mereka sudah menjadi saudara-saudari Kristus. St. Paulus sendiri pernah berkata: “Bukan aku yang hidup, melainkan Kristus hidup dalam diri-Ku.”  Sadar akan kehidupan para martir dan para kudus yang sungguh dikuasai oleh semangat hidup Yesus, maka kita boleh katakan bahwa benarlah apa yang dikatakan Yesus: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Dia sungguh merasakan bahwa mereka sudah menjadi ibu dan saudara-saudariNya, karena Ia sendiri sudah hidup dalam diri mereka, sudah menjadi penggerak, penghidup, sudah menjadi darah yang memberi mereka hidup.
Pertanyaan untuk kita: bolehkah kita juga menyebut diri kita sebagai saudara-saudari Yesus Kristus? Benarkah bahwa Ia selalu menjadi inspirasi hidup kita? Benarkah bahwa Yesus Kristus selalu menjadi nomor satu dalam hidup kita? Benarkah bahwa Yesus Kristus sungguh menyatu, dan menghidupkan kita setiap hari?
Saudara-saudari… oleh Sakramen permandian kita sudah secara resmi menjadi anggota Gereja Kristus. Oleh sakramen Mahakudus, Yesus Kristus sudah masuk dan menyatu dalam diri kita dan Ia sudah menjadi makanan jasmani dan rohani kita; Ia sudah hidup dalam diri kita.
Kita berdoa, semoga dengan sakramen-sakramen yang sudah kita terima dan oleh firmanNya yang sudah kita dengar setiap hari, kita pun selalu dikuatkan dan diteguhkan sehingga kita selalu sanggup menjalankan tugasNya, dengan demikian kita pun sungguh layak disebut sebagai saudara dan saudari Yesus Kristus.

Kita memohon Bunda Maria dan para Martir Korea untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: