SMS Sabda

Another way spreading God Words

Dipanggil karena dibutuhkan

​Siraman Rohani

Rabu 21 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Dipanggil karena dibutuhkan oleh Tuhan kita. (Lukas 9:9-13)
Saudara-saudari… Ada satu keluarga katolik, begitu setia mengikuti ajaran Gereja. Mereka rajin berdoa. Wakktu diminta untuk berdoa mohon panggilan, mereka dengan senang hati memasukan intensi mohon panggilan ke dalam doa harian mereka.
Setahun sesudahnya, anak gadis mereka, yang sedang bekerja di salah satu perusahan,  sampaikan niat dan rencananya kepada kedua orangtuanya, bahwa ia mau masuk biara. Kedua orangtuanya bingung. Mereka sama sekali tidak berpikir bahwa anak gadis mereka punya niat untuk masuk biara. Bukan hanya itu, kedua orang tua, tanpa sepengetahuan anak gadis, mereka sudah menerima permintaan orangtua dari seorang pemuda, bahwa anak laki-laki mereka mau menikahi anak gadis mereka. Orangtua laki-laki sudah memberi seekor babi dan dagingnya sudah dibagikan kepada keluarga anak gadis itu. Sekarang apa yang terjadi? Anak gadis mau masuk biara, sementara orangtua sudah memakan daging babi dari keluarga laki-laki. Sang Bapa dengan tegas menolak niat anak gadisnya masuk biara. Tetapi anak gadis dengan tegas juga katakan kepada orangtuanya, bahwa ia punya kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya. Sewaktu anak gadis bertanya, apa alasan kedua orangtua melarang dia masuk biara, kedua orangtua dengan jujur katakan, bahwa orangtua dari seorang pemuda sudah meminta mereka untuk menikahi dia dengan anak laki-laki mereka, dan orangtua laki-laki sudah memberi seekor babi dan babinya sudah dibunuh, dagingnya sudah dibagikan ke keluarga wanita. Si gadis itu begitu kecewa dan dengan tegas katakan, bahwa dia akan menggantikan babinya dan dia sama-sekali tidak akan mengurungi niatnya masuk biara. Anak gadis ini,  dengan uang pribadinya membeli seekor babi dan serahkan kepada orangtuanya. Sesudah beberapa hari ia tinggalkan rumah dan pergi ke biara. Sekarang anak gadis ini sudah dalam biara suster dan kini lagi ikuti kursus persiapan mau mengikrarkan kaul kekal.
Hari ini kita merayakan pesta Santu Matius, Rasul dan Penulis Injil. Kalau kita amati sejarah panggilan seseorang untuk mengikuti Tuhan, kebanyakan mereka dipanggil, dipanggil selagi mereka sibuk bekerja di lapangan pekerjaannya masing-masing. Kita ingat panggilan Musa, ia dipanggil oleh Tuhan selagi ia bekerja menggembalai domba. Panggilan nabi Elisha, ia dipanggil Tuhan selagi ia membajak di kebun; Panggilan Daud, selagi ia menjaga domba di padang. Panggilan murid-murid pertama, Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes, selagi mereka sibuk mengatur jala di pantai. Hari ini kita dengar panggilan Matius, ia lagi bekerja di kantornya.
Pertanyaan kita: apa kira-kira pesan di balik panggilan dari mereka yang lagi sibuk bekerja ini? Menjawabi pertanyaan ini seorang ahli kitab suci memberi penafsiran, katanya: Tuhan memanggil mereka yang lagi bekerja karena Ia sungguh membutuhkan orang yang punya semangat untuk bekerja di ladang anggurnya. Tuhan membutuhkan orang yang selalu siap bekerja. Ia memanggil mereka karena ia sangat membutuhkan bantuan mereka.
Panggilan selalu diikuti dengan perutusan. Tuhan memanggil Matius dan para murid yang lain untuk mengikuti Dia. Selama mereka ada bersama Yesus, mereka diajar, dibekali dengan ajaranNya. Kemudian Ia memberi mereka kuasa dan selanjutnya mengutus mereka untuk meneruskan misiNya.

Bagi yang dipanggil dan sudah menjawab “ya” atas panggilan itu, sudah seharusnya memiliki sikap selalu siap sedia untuk diutus ke mana saja, entah ke tengah kota yang selalu sibuk dengan bermacam-macam kesibukan kota atau ke desa-desa dengan segala suka dukanya di desa, dan sudah seharusnya selalu memiliki sikap siap sedia menerima konsekwensi apapun  yang terjadi.
Santu Matius, Rasul dan Penginjil, sudah dengan senang hati menerima panggilan Yesus dan mengikuti Yesus ke mana saja Ia pergi. Kesediaannya mengikuti Yesus bukan saja selama dia hidup bersama Yesus, tetapi ia mengikuti Yesus sampai ia mati disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia. Satu peninggalan yang sangat –sangat berharga, yang ditinggalkan oleh santo Matius untuk kita yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Injil.
Pertanyaan untuk kita: apakah kita juga selalu merasa dipanggil oleh Tuhan untuk menjalankan tugas perutusanNya? Tugas perutusan apa saja yang biasa kita buat selama ini? Apakah kita setia menjalankannya? Selama kita menjalankan tugas perutusan sesuai dengan panggilan kita masing-masing, apakah ada peninggalan yang cukup berharga yang kita tinggalkan bagi mereka yang kita layani dan peninggalan itu selalu membuat mereka merasa dekat dengan Tuhan?
Marilah saudara-saudari….kita meminta Santo Matius dan Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita agar kita pun selalu setia dan tekun menjalankan tugas perutusan Tuhan yang sudah dipercayakanNya kepada kita. Kita dipanggil karena dibutuhkan oleh Tuhan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: