SMS Sabda

Another way spreading God Words

Sikap diri

​Siraman Rohani

Minggu 25 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Sikap ingat diri akan menghantar kita ke Neraka.  (Lukas 16: 19 – 31)
Saudara-saudari… kalau kita ikuti secara sepintas kehidupan orang kaya dan Lazarus yang miskin dalam ceritera Injil hari ini, ada kesan bahwa si kaya ini baik-baik saja. Dia tidak pernah marah atau mengusir Lazarus dari pintu rumahnya. Dia membiarkan dia baring di pintu rumahnya. Kalau si kaya ini sungguh2 buruk, pasti dia mengusirnya karena bau amis dari badannya yang penuh dengan borok. Si kaya ini pun tetap menghayati hokum agamanya, yaitu agama Yahudi, yakni menjauhi orang miskin dan sakit parah, apalagi kalau badannya penuh borok dan berbau. Karena kalau mendekatinya dan merawatnya maka ia akan tercemari oleh dosa orang sakit itu. Bagi orang Yahudi pada waktu itu, sakit selalu dikaitkan dengan dosa, bahwa sakit adalah upah dosa. Tuhan menghukum orang berdosa.
Apa sesungguhnya dosa yang sudah dibuat oleh orang kaya ini, sampai ia dibuang ke dalam Neraka di hari akhirat? Dosa yang dibuatnya adalah dosa ingat diri dan tidak peduli dengan penderitaan orang lain. Injil katakan bahwa dia selalu berpakaian ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan, sementara Lazarus yang miskin itu menderita kelaparan dan kesakitan. Ketidak pedulian terhadap sesama, yang menderita menurut pendapat Yesus adalah dosa yang, menyebabkan orang masuk ke dalam neraka.
Satu ajaran untuk kita semua, supaya selalu sensitip terhadap orang yang menderita. Kalau ada orang sakit di depan mata kita, jangan biarkan orang itu menderita sendirian, tetapi coba dekati dia dan beri dia sedikit bantuan. Ingat muder Theresia dari Kalkuta, ia selalu memungut orang yang menderita di jalan dan membawanya ke rumahnya dan merawatnya sampai sembuh atau menguburnya kalau orangnya mati.

Pada satu waktu saya mendapat satu video clip dikirim oleh teman. Dalam video clip itu seorang pemuda duduk makan di dalam restoran. Selagi ia makan, terlihat seorang ibu miskin dan anaknya berjalan mendekati restoran itu. Mereka berjalan pelan-pelan mendekati restoran itu. Pemuda itu memandang mereka dengan penuh perhatian. Wajah kedua insan miskin ini pucat dan kurus. Ada kesan, bahwa keduanya sangat lapar. Sang pemuda langsung memesan dua piring makanan dan menyimpan dua piring itu di meja makanya. Kemudian dia keluar, mengajak keduanya masuk dan persilahkan duduk di kursi dekat meja yang di tempatinya dan mengajak mereka makan. Kedua insan ini terheran-heran dan saling memandang. Selagi mereka makan, sang pemuda meminta diri pamit karena jam kantor sudah semakin dekat. Keduanya ucapkan terima kasih sambil gugurkan air mata sebagai tanda sukacita. Mereka diperhatikan dan dilayani dengan penuh kasih.
Pemuda ini sudah membahagiakan si ibu miskin dan anaknya hari itu. Perkataan Yesus sudah dihayati dan diamalkannya pada hari itu: “Waktu Aku lapar kamu memberi Aku makan.”

Marilah saudara saudari, hayatilah apa yang sudah diajarkan Kristus kepada kita. “Sewaktu Aku lapar, kamu beri Aku makan; sewaktu Aku sakit, kamu melawati Aku dst.” Pada pengadilan terakhir karya amal kita akan diputar ulang. Kalau kita rajin menjalankan apa yang diperintahkan Tuhan, pasti kita akan disambutNya dengan penuh sukacita dan mempersilahkan kita masuk ke dalam RumahNya. Tetapi kalau kita selalu mengingat diri sendiri dan tidak peduli dengan orang lain, walaupun kita tidak marah atau mencaci maki mereka, kita akan diarahkanNya ke Neraka, ke tempat yang penuh dukacita untuk selamanya.
Sekarang pilihan ada di tangan kita, kita mau masuk ke surga atau ke Neraka? Kalau mau masuk Surga, bermurah-hatilah dan berbelaskasihanlah kepada mereka yang hidupnya melarat. Bagilah sedikit kekayaan yang kita miliki kepada mereka yang lapar dan menderita; tetapi kalau kita mau masuk Neraka, nikmatilah kekayaan kita sepuas-puasnya semasih kita hidup di dunia ini, tidak usah repot dengan mereka yang sakit dan melarat.
Sebagai orang Kristen, saya yakin kita semua mau menjadi pengikut Kristus yang setia dan kita pun pasti mau menikmati kebahagiaan bersama Dia dalam Kerajaan surga.
Karena itu, saya mengajak kita semua berdoa, memohon belaskasihan Tuhan supaya Ia selalu menggerakkan hati kita agar kita pun selalu didorong untuk membantu mereka yang lapar dan yang sangat membutuhkan bantuan kita.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: