SMS Sabda

Another way spreading God Words

Servus Servorum – Hamba dari segala hamba

​HIK:

Senin, 26 September 2016

Pekan Biasa XXVI

Ayb 1:6-22; Mzm 17:1-3.6-7

R:6ab; Luk 9:46-50

Inilah semangat dasar yang diwartakan ketika ada seorang paus baru terpilih dalam sebuah konklaf di kapel Sistina Vatikan: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya” (Mrk 9:35).
Adapun, “tiga tas” supaya kita juga bisa memiliki semangat “HAMBA” yang terindikasi dalam lima buah konkretnya, “Hangat – Andal – Militan – Bahagia – Aktual”, al:
1.Humilitas: Kerendahan hati.

Yesus bersabda, “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”
Inilah ajakan Yesus supaya kita bisa menjadi pribadi beriman yang rendah hati sepenuhnya, dalam ucapan dan tindakan, dalam doa dan karya nyata,
2.Simplicitas: Kesederhanaan

“Simple is beautiful – Sederhana itu indah!” Inilah sikap seorang anak kecil pada umumnya. Mereka tidak mempunyai banyak pertanyaan, mudah menerima dan percaya. Bukankah Yesus sendiri datang dan terbaring sebagai anak kecil yang lemah di tempat yang sederhana? Kita bisa melihat dan mengingat Yesus kecil dengan tangan lemah terulur dan terbuka lebar. Ia memohon bantuan orang lain: Aku membutuhkan engkau. Begitu sederhana, bukan?
Inilah jalan iman yang ditawarkan Yesus, yakni belajar melayani dengan menjadi seperti anak-anak (children) dan bukan bersikap kekanak-kanakan (childish). Di tengah dunia yang penuh akal bulus, Tuhan mengajak kita mempunyai cinta kasih yang tulus, yang mengedepankan kemurnian hati tanpa banyak intrik, taktik dan aneka konflik.
3.Unitas: Kesatuan

Setelah memisahkan diri dari Yudaisme, Gereja Perdana berkembang pesat dan hidup berdampingan dengan masyarakat bukan Kristen. Dalam perjumpaan dengan masyarakat yang plural itu sering mereka menghadapi fenomena yang menarik: banyak orang tertarik kepada Yesus dan ajaran-Nya serta menghormati-Nya namun secara resmi mereka bukan anggota jemaat Kristen (Kis 19:13). Dengan tegas Yesus menolak sikap yang picik, sektarian dan intoleran: “Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita”.
Dkl: Semua orang yang berkehendak baik adalah teman seperjuangan untuk bersama sama bersatu menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Inilah sebuah nilai “diversitas in unitas”, keragaman dalam kesatuan, dimana kita diajak untuk tidak “gank-gank” an, tapi bersinergis dan mau terbuka hati dan budi terhadap sesama yang tidak selalu sama.
“Dari Langkat ke Sukasari – Jadilah berkat setiap hari.”
Salam HIKers,

Tuhan berkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: