SMS Sabda

Another way spreading God Words

Menerima ajaran Kristus

​Siraman Rohani

Jumat 30 September 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Apakah kita menerima ajaran Kristus dengan iman dan taat menjalankan PerintahNya? (Lukas 10: 13 – 16)
Saudara-saudari…. Hari ini kita merayakan Pesta Santo Hieronimus, penerjemah Kitab Suci kita ke dalam bahasa Latin. Hieronimus berasal dari Stridon Dalmatia, sekarang disebut Bosnia, lahir tahun 342 dari keluarga Kristen yang saleh. Orang tuanya sangat kaya. Waktu umur 12 tahun ia dikirim studi di Roma. Ia belajar hukum dan filsafat. Studinya berjalan lancar, tetapi kehidupan moralnya tidak terpuji. Syukurlah bahwa ia cepat sadar akan kehidupan moralnya. Ia dipermandikan oleh Paus Liberius. Berkat Rahmat Sakramen Permandian, kehidupan rohaninya semakin meningkat dan perasaan cintanya akan Tuhan dan sesama semakin baik. Tahun 370 ia pindah ke Aquileia salah satu kota di Italia dan tinggal di sana di bawa bimbingan uskup Valerius. Kemudian pindah ke Antiokia dan menjalani hidup bertapa di dalam kesunyian. Dalam bimbingan seorang Rabbi, ia belajar bahasa Yunani dan Ibrani. Karena kehidupan rohaninya yang sangat bagus, ia layak ditahbiskan imam tahun 379. Kemudian ia pindah ke Roma menjadi sekretaris Paus Damasus. Karena kefasihannya dalam bahasa Latin, Yunani dan Ibrani, Ia ditugaskan oleh Paus Damasus untuk menerjemahkan Kitab Suci dari bahasa Yunani dan Ibrani ke dalam bahasa Latin. Untuk menunaikan tugas itu, ia pindah ke Betlehem tempat Yesus dilahirkan. Ia tinggal di sana selama 30 tahun. Perjanjian Lama diterjemahkannya dari bahasa Ibrani dan Aramik ke dalam bahsa Latin, dan Perjanjian Baru dari bahsa Yunani ke dalam bahsa Latin. Terjemahannya sangat bagus dan disenangi oleh banyak orang. Karena itu terjemahannya disebut Vulgata, yang berarti popular. Dan sampai kini, dianggap sebagai terjemahan yang resmi dan sah oleh Gereja.
Yang menarik dari sejarah kehidupan St. Hieronimus adalah ia sadar akan keburukan hidup moralnya, yang pernah dilaluinya selama di Roma. Sadar akan kelemahannya, ia bertobat dan mohon dipermandikan masuk Katolik. Sesudah dipermandikan ia tetap mendalami kehidupan rohaninya. Ketekunan dan kesetiaannya menghasilkan buah yang sangat baik. Karena itu ia dipercayakan untuk mengerjakan satu proyek yang sangat besar yaitu menerjemahkan seluruh Kitab. Hasil usahanya masih ada dan tetap digunakan oleh orang Kristen saat ini. Ia menerima ajaran Kristus dengan iman dan setia dan taat pada perintahNya untuk selama-lamanya.
Lewat Injil hari ini, di depan para muridNya, Yesus marah kepada orang Korazin dan Betsaida. Katanya: “Celakalah engkau Korazin! Celakalah engkau Betsaida! Mengapa Yesus begitu marah kepada mereka? Dia marah karena mata hati mereka tetap tertutup akan pesan dan ajaran Yesus Kristus. Yesus sudah banyak kali mengadakan mujizat di wilayah mereka tetapi mereka sama-sekali tidak memahami apa arti di balik mujizat yang dibuatNya. Mereka melihat mujizat Yesus sebagai tontonan yang menyenangkan mata dan perasaan, tetapi tidak membawa perubahan bagi kehidupan jiwa dan tingkah-laku mereka. Konsep pemikirannya samasekali tidak berubah dan tidak dipengaruhi oleh konsep baru yang diajarkan Kristus. Pertobatan sama sekali tidak terjadi pada orang-orang ini. Karena pertobatan tidak ada maka perubahan pun sama sekali tidak terjadi. Menurut Yesus mereka yang tidak bertobat akan dihukum.
Yesus juga menyebut Tirus dan Sidon, katanya: “Jika Tirus dan Sidon terjadi mujizat-mujizat seperti yang terjadi di Korazin dan Betsaida, maka sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tirus dan Sidon adalah wilayah orang kafir. Tetapi menurut Yesus, mereka pasti akan bertobat kalau Yesus ada kesempatan mengajar dan melakukan mujizat di wilayah mereka.
Tingkah-laku orang di Kapernaum sama dengan orang-orang di Korazin dan Betsaida. Mereka tidak bertobat. Berulangkali Yesus mengunjungi, mengajar dan mengadakan mujizat di Kapernaum, tetapi mata hati mereka sama-sekali tidak terbuka melihat dan merasakan kehadiran Yesus, Pembawa keselamatan. Manusia lamanya tetap melekat pada sikap dan pikirannya, karena itu perubahan pun tidak terjadi. Yesus boleh mengajar, tetapi mereka tidak menerimanya. Kalau ajaran tidak diterima itu berarti ketaatan kepada Yesus tidak mungkin ada. Dengan kata lain, mereka tetap hidup sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Yesus kristus sama sekali tidak berarti bagi mereka. Barangsiapa yang tidak menerima Kristus dengan penuh kesadaran, maka baginya surga tidak akan menjadi tempat mereka bersemayam
Marilah saudara-saudari… kita berdoa semoga kita selalu menerima ajaran Kristus dengan penuh iman dan selalu taat menjalankan perintahNya.
Kita memohon St. Hieronimus dan Bunda Maria, Bunda Yesus Kristus untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: