SMS Sabda

Another way spreading God Words

Sesamaku

​Siraman Rohani

Senin 3 Oktober 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Siapakah sesamaku?  (Lukas 10: 25- 37)
Saudara-saudari… Betapa sering kita mengartikan sesama kita terbatas pada keluarga atau pada orang yang kita kenal. Kalau kita ikuti ceritera kitab suci hari ini, di sana sangat jelas dikatakan bahwa sesama kita adalah juga orang yang tidak kita kenal, orangnya tidak bisa membantu dirinya sendiri. Ia adalah sesma kita yang sangat membutuhkan uluran tangan kita.
Sesudah Yesus menceriterakan perumpamaan tentang seorang yang dirampok, ada tiga orang yang sempat lewat di tempat kejadian dan si korban tetap terkapar di sana. Yang pertama adalah imam. Ia melihatnya tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Mungkin ada yang bertanya: “Iya seorang imam, tetapi bagaimana mungkin ia melihat saja dari jauh, tidak punya perasaan kemanusiaan dan rasa belaskasihan dengan orang yang hampir mati itu? Seorang yang selalu mewartakan firman Tuhan kok, tidak hayati dan amalkan apa yang diwartakanya?”  Boleh saja kita berpikir demikian, tetapi kalau ditinjau dari sudut latarbelakang ajaran agamanya, pasti ia punya alasan kuat mengapa dia tidak mau membantu? Menurut ajaran agama Yahudi, seorang imam sangat terikat  dengan ajaran agama dan aturan-aturan agamanya. Salah satunya ialah tidak boleh menjamah orang mati. Karena kalau ia melakukannya, maka imamatnya akan tercemar. Sadar akan hal itu makanya dia hanya melihat saja dari jauh. Demikianpun dengan orang Lewi. Dia juga sangat terikat dengan hukum dan aturan agama Yahudi. Imam dan orang Lewi ini sangat terikat dengan hokum dan tata aturan; mengabaikan kebutuhan hakiki seorang manusia yang membutuhkan perlindungan dan keselamatan.
Sementara orang Samaria, di saat dia melihatnya, ia langsung mendekati dia. Ia sungguh merasa kasihan dengan dia. Rasa kasihannya bukan terbatas pada rasa kasihan passive tetapi aktip. Dia merawatnya dan membawanya ke tempat yang aman. Ia tidak memandang latar-belakang orannya, ia tidak memikirkan ajaran agama atau aturan hukum. Yang diprioritaskannya adalah  keselamatan orangnya. Orang Samaria ini adalah gambaran manusia pro-life. Ia utamakan kehidupan dari pada kematian; utamakan kebahagiaan daripada kesengsaraan; utamakan damai dari pada kehancuran. Ia adalah sungguh manusia untuk sesamanya, kehadirannya menyelamatkan sesama. Sementara imam dan orang Lewi, mereka adalah manusia yang dikuasi oleh hukum dan aturan agama. Yang diutamakan adalah hokum dan ajaran agama, sementara kebutuhan hakiki manusia diabaikannya.
Yesus memuji sikap orang Samaria. Sikap seperti yang dimiliki oleh orang Samaria inilah yang selalu diharapkan Yesus agar dimiliki dan dihayati oleh semua pengikutNya. Yesus sudah mengajar para muridNya untuk mencita sesame seperti diri kita sendiri. Mencintai sesame tidak terbatas pada orang yang kita senang, tidak. Karena kalau kita hanya terbatas pada orang yang kita senang, itu berarti kita tidak beda dengan para perampok dan orang jahat lainnya. Sesama kita harus lebih luas, merangkul siapa saja, termasuk musuh kita. Itulah sesame kita.
Pertanyaan untuk kita: selama ini, siapa saja sesame kita? Apakah meluas, termasuk orang yang tidak kita kenal, dan kita sudah menolong mereka? Atau hanya terbatas pada orang yang kita kenal saja?

Sebagai murid Yesus, hari ini, kita juga diajak oleh Yesus untuk melakukan yang sama seperti dilakukan oleh orang Samaria. Sesama bagi Yesus Kristus adalah semua orang, termasuk orang yang tidak kita kenal. Yesus sendiri datang untuk menyelamatkan siapa saja, baik Yahudi maupun yang bukan Yahudi, termasuk kita.
Kita berdoa semoga Tuhan selalu membuka pikiran dan hati kita untuk memikirkan dan merasakan apa yang dibutuhkan oleh sesama yang membutuhkan pertolongan kita.

Kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: