SMS Sabda

Another way spreading God Words

Oratio – Doa

​HIK:

Kamis, 6 Oktober 2016

Pekan Biasa XXVII

Gal 3:1-5; MT Luk 1:69-75; Luk 11:5-13

Inilah salah satu tahapan dasar lectio divina setelah pembacaan/lectio dan permenungan/meditatio.
Hari inipun, Yesus mengajak kita ber-“oratio”, yakni mempunyai vitamin “D” (“DOA”-“Dikuatkan Oleh Allah”) dengan 3 pilar dasar, antara lain :
1. Ketekunan.

Bertekunlah dalam doa (Kol 4:2/Roma 12:12). Adapun beberapa firman Allah yang memuat perintah untuk bertekun dalam doa, antara lain:

* Tetaplah berdoa (1Tes 5:17)

* Bertekunlah dalam doa (Rom 12:12)

* Berdoalah pagi, siang, malam (Maz 55:17)

* Berdoalah dengan tak jemu-jemu (Luk 18:1)
2. Kesatuan.

1 Tes 5:17, “Tetaplah berdoa!”

Dia adalah Allah yang Mahatahu tapi Dia juga inginkan adanya persekutuan dengan kita. Yesus sendiri meluangkan waktu secara teratur untuk bersatu dengan BapaNya dan mendorong para muridNya untuk berdoa (Luk 11:1)
Mengacu pada bacaan hari ini, memang ada banyak orang mengikuti anjuran Yesus: “Mintalah,” sehingga doanya kerap berisi pelbagai permintaan. Hanya saja, mereka lupa bahwa anjuran “mintalah” ini berlaku hanya jika ada persekutuan dekat/akrab dengan yang dimintai. Bukankah Yesus memakai perumpamaan tentang seseorang yang meminta roti kepada sahabat karibnya serta permintaan seorang anak pada bapanya?
3. Kerendahan hati.

Seperti kata seorang muridNya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa” (Lukas 11:1). Lewat doa, kitapun diajak belajar memiliki kerendahan hati utk: “MCK”: “minta, cari & ketok” (Lukas 11:9): “Mintalah, maka kamu akan diberi; Carilah, maka kamu akan mendapat; Ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Pastinya, ketika datang pada Tuhan, kita datang sebagai anak dan bukan sebagai pengemis. Maka, mintalah dengan penuh rendah hati tapi jangan sebagai peminta-minta, karena Tuhan pasti memberikan apa yang kita perlukan dan bukan sekedar apa yang kita inginkan.
“Dari Gowa ke Surakarta – Mari berdoa dengan penuh sukacita”
Salam HIKers,

Tuhan berkati & Bunda merestui

Fiat Lux!@RmJostKokoh
(Romo Josafat Kokoh Prihatanto – Jakarta)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: