SMS Sabda

Another way spreading God Words

Melawan kehendakNya

​Siraman Rohani

Jumat 7 Oktober 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku! (Lukas 11: 15 – 26)

Saudara-saudari…. Hari ini Gereja Katolik seluruh dunia merayakan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Mungkin ada yang bertanya, apa latarbelakang sampai Gereja merayakan pesta Ratu Rosario setiap tanggal 7 Oktober setiap tahun?
Peristiwa terbesar yang melatar-belakangi penetapan 7 Oktober sebagai tanggal Pesta Santa Maria Ratu Rosario ialah peristiwa kemenangan pasukan Kristen dalam pertempuran melawan pasukan Islam Turki. Menghadapi pertempuran ini Paus Pius V menyeruhkan agar seluruh umat berdoa Rosario untuk memohon perlindungan Maria atas Gereja. Doa umat itu ternyata dikabulkan Tuhan. Pasukan Kristen dibawah pimpinan Don Yohanes dari Austria berhasil memukul mundur pasukan Turki di Lepanto pada tanggal 7 Oktober 1571 (Minggu pertama bulan Oktober 1571). Sebagai tanda syukur Paus menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai hari Pesta Maria Ratu Rosario. Kemudian Paus Klemens IX (1667-1669) mengukuhkan pesta ini bagi seluruh Gereja di dunia. Dan Paus Leo XIII (1878-1903) lebih meningkatkan nilai pesta ini dengan menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario untuk menghormati Maria. Kemudian doa Rosario itu langsung diminta Bunda Maria sendiri, agar didoakan umat, pada peristiwa-peristiwa penampakannya di Lourdes Perancis (1858),   Fatima Portugal (1917), di Beauraing, Belgia (1932-1933) dan di berbagai tempat lainnya akhir-akhir ini. Gereja sungguh percaya bahwa Bunda Maria selalu berjalan bersama para murid Yesus Kristus. Dia sendiri sudah dipercayakan oleh Puteranya untuk tinggal bersama para muridNya. Gereja sudah mengakui Bunda Maria sebagai Bunda Gereja.

Saudara-saudari, hari ini Yesus dengan tegas katakan kepada para muridNya: “Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”
Ada bersama Kristus berarti menerima Dia dengan penuh cinta, mengikuti Dia dengan setia, dan menjalani apa yang diperintahkan dan dikehendakiNya dengan tekun.
Sebaliknya siapa tidak bersama Dia, ia melawan Dia. Kenyataan memang demikian. Selama Yesus berada di dunia ini, Ia selalu ditantang oleh tua-tua agama Yahudi, orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Mereka tidak menerima ajaran Kristus, mereka selalu melawan Kristus. Dan pada akhirnya merekalah yang menyalibkan Dia. Mereka tidak bersama Kristus. Yang selalu bersama Kristus adalah para RasulNya, yang sungguh setia meneruskan tugasNya sampai mati demi Kristus.
Bagaimana dengan kita?  Kalau kita berani melihat ke dalam diri kita sendiri dan coba dengan jujur merenung dan menganalisa tentang tingkah-laku hidup kita, mungki kita juga bisa mengetahui apakah kita selalu bersam Tuhan atau terkadang kita menjauh dari Dia.
Di saat kita marah…. Bagaimana reaksi kita? Kalau kita sungguh merasakan bahwa Tuhan selalu berada dengan kita, maka reaksi kita pun pasti sangat lain: kita merasa tenang, bisa kendalikan emosi kita dan gunakan kata-kata positip menanggapi situasi yang sedang kita hadapi. Kita tidak agresip menghadapi situasi itu. Tetapi kalau kita bereaksi secara negatip, menanggapi situasi itu, misalnya dengan mencaci maki, bereaksi dengan sangat agresip, itu berarti yang mengontrol kita pada saat itu adalah kekuatan Setan. Setanlah yang menguasai kita. pada saat itu kita tidak bersama Kristus, kita melawan Dia pada saat itu, melawan kehendakNya. KehendakNya adalah cintailah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya engkau.
Apa yang dikatakan Yesus semuanya benar. Kini tergantung pada kita apakah kita mau  menghayati dan mengamalkannya dalam hidup harian kita.
Bunda Maria selalu hidup bersama Tuhan. Kadang ia ditantang oleh Puteranya sendiri. Kita ingat sewaktu Yesus tertinggal di Yerusalem, Maria dan Yusuf mencarinya selama tiga hari. Sewaktu Yesus ditemukan di dalam kenisah, Maria katakan kepadaNya: “Nak, mengapa Engkau berbuat demikian terhadap kami?
BapaMu dan akudengan cemas mencari Engkau.” Jawab Yesus kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:48-49).   Satu jawaban yang sungguh menyakitkan hati orang tua. Mereka sudah bersusah-susah dan cemas mencariNya selama tiga hari, disaat ditemukannya, bukannya saling merangkul dan menangis, tetapi Yesus malah menantang mereka. Tetapi Maria dan Yusuf menerima semuanya dengan tenang dan menghantar Yesus pulang. Maria dan Yusuf sungguh ada bersama Tuhan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu merasakan bahw kita selalu dikontrol oleh Tuhan kita? atau kadang kita dikontrol oleh kekuatan yang lain?
Marilah saudara-saudari, kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita agar Tuhan selalu ada bersama kita dan selalu menjadi pendamping kita yang setia. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: