SMS Sabda

Another way spreading God Words

Kebersihan Rohani

​Siraman Rohani

Selasa 11 Oktober 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Bersihkanlah bagian dalam dari cawan dan pingganmu! (Lukas 11: 37 – 41)
Saudara-saudari…. Ceritera Injil hari ini mengingatkan saya akan seorang teman yang begitu sensitip dengan kebersihan lahiriah. Setiap kali sesudah berjabat tangan dengan orang lain, ia segera mencuci tangannya. Ia begitu sensitip dengan kebersihan lahiriah.  Dia berpikir bahwa penyakit akan segera menular ke tubuhnya lewat berjabat-tangan, apalagi yang berjabat tangan dengan dia kelihatan kotor.
Hari ini, orang Farisi yang mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Sewaktu Yesus duduk dan langsung makan tanpa mencuci tangan, orang Farisi ini heran.  Apa yang dibuat Yesus sungguh bertentangan dengan adat istiadat orang Yahudi. Orang Farisi itu tidak secara langsung katakan hal itu kepada Yesus, tetapi Yesus sudah tahu apa yang ada dalam pikirannya. Karena itu Yesus berkata: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.”
Apa yang dimaksudkan dengan kata cawan dan pinggan di sini? Apakah cawan dan pinggan dalam arti sesungguhnya atau satu bahasa simbolik? Kalau seandainya Yesus betul ngomong tentang cawan dan pinggan, apakah betul bahwa dalam cawan dan pinggan ada rampasan dan kejahatan?
Menurut ahli Kitab Suci, yang dimaksudkan dengan cawan dan pinggan di sini adalah tubuh manusia. Jadi cawan dan pinggan adalah satu bahasa simbolis untuk tubuh manusia. Yesus sesungguhnya mau mengeritik tingkah laku orang Farisi, yang mengutamakan penampilan lahiriah sementara hatinya penuh rampasan dan kejahatan. Orang Farisi sangat memperhatikan aturan dan hukum secara mendetail. Jadi bagi mereka yang tidak mengikuti aturan dan hokum, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan, mereka ini sudah dianggap najis, sudah berdosa. Jadi bukan soal kesehatan jasmani yang menjadi pusat perhatian, tetapi soal kesehatan rohani, karena dengan tidak mengikuti aturan dan hukum makan minum, orang akan menjadi najis, menjnadi berdosa. Yesus mengeritik orang Farisi karena mereka hanya memperhatikan ritual lahiriah, sementara arti dibalik ritual mencuci tangan tidak dihayati dan diamalkannya dengan baik. Ritual mencuci tangan sesungguhnya satu ritual pembersihan diri.

Apakah yang perlu dibersihkan di sini? Yang perlu dibersihkan adalah kejahatan-kejahatan yang sudah merusaki bathin kita,  antara lain: dosa ingat diri, kesombongan, kerakusan, kecemburuan, balas dendam, ketidakadilan, gossip dan lain-lain yang merusakkan relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Itulah bagian dalam dari cawan dan pinggan yang perlu dibersihkan.
Yesus Kristus tidak mengikuti ritual mencuci tangan sebelum makan karena Dia tahu apa makna dari ritual mencuci tangan. Dia sadar akan dirinya bahwa Ia adalah Tuhan. jadi Dia tidak membutuhkan ritual pembersihan. Orang Farisi sama sekali tidak sadar akan hal ini. Mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Bagi manusia, termasuk orang Farisi, ritual pembersihan itu sangat dibutuhkan, yaitu pembersihan lahiriah dan bathiniah.
Pertanyaan untuk diri kita sendiri: Bagaimana keadaan cawan dan pinggan hati kita? apakah ada yang perlu dibersihkan? Yesus sendiri pernah berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”
Marilah saudara – saudari, rajin-rajinlah membersihkan cawan hati kita agar kita selalu melihat Allah.

Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: