SMS Sabda

Another way spreading God Words

Berjaga jaga

​Siraman Rohani

Rabu 19 Oktober 2016

Rm Fredy Jehadin SVD
Tema: Sebagai hamba Tuhan yang setia kita harus selalu berjaga-jaga dan jalankan perintah Tuhan dengan penuh tanggungjawab! (Lukas 12: 39 – 48)
Saudara-saudari… Ada seorang kaya, penjual emas. Rumahnya dijaga oleh dua satpam. Satu satpam menjaga di pintu gerbang keluar dan satu satpam di pintu gerbang masuk. Dalam rumah orang kaya ini ada beberapa batang emas. Pada suatu pagi orang kaya ini mau terbang ke tempat yang cukup jauh. Ia tidak memberitahukan kepada satpam kalau ia mau bepergian jauh. Sewaktu ia melewati pintu gerbang keluar, Satpam mengamatinya bahwa tuannya membawa koper besar. Dia tahu bahwa tuannya bepergian jauh. Sejam sesudah tuannya pergi ia juga pergi tinggalkan pekerjaannya. Ia sungguh yakin bahwa tuannya pergi ke tempat jauh. Ia juga tidak memberitahukan teman satpam yang satu, bahwa ia pergi. Sesudah beberapa jam, tuannya kembali ke rumah, karena penerbangannya ditunda ke malam hari. Pada malam hari, sewaktu tuannya mau keluar, satpam yang bekerja di pintu keluar tidak ada. Pintu gerbang harus dibuka oleh petugas lain. Pada waktu itu baru diketahui bahwa satpam di pintu keluar ternyata tidak ada di tempat tugas, ia bolos dari tugasnnya. Ke manakah ia pergi? Ia pergi mengikuti kemauannya sendiri, ia mau bersenang-senang karena tuannya sudah pergi. Kini ia terjebak. Ketidak-setiaannya kini terbongkar. Ia tidak bisa menyembunyikan lagi kepura-puraannya. Ia tertangkap basah. Sekarang ia harus berhadapan dengan tuannya dan harus bertanggungjawab akan apa yang dibuatnya.

Saudara-saudari… Hari ini Yesus mengingatkan kita, para muridNya untuk selalu berjaga-jaga menantikan kedatangan Anak Manusia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak disangka-sangkakan. Yesus juga ingatkan kita agar tetap menjalankan tugas kita sebagai hamba yang baik, bukannya menjadi hamba yang munafik.
Menjadi anggota Tubuh Kristus adalah panggilan untuk hidup dalam kewaspadaan, harus siap-sedia setiap waktu. Orang waspada adalah orang yang selalu setia melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, bukan karena ingin mendapat balas jasa, melainkan karena sudah menjadi kewajiban moral yang harus dilakukannya.   Orang waspada adalah orang yang dipanggil untuk menjadi saksi bagi orang lain, bukannya agar dipuji tetapi karena merasa bahwa ia dibentuk seperti itu demi kedamaian dirinya sendiri maupun kebahagian orang lain.

Seorang anak seminari sewaktu ditanya, apa yang mendorong dia selalu rajin berdoa dan bekerja di kebun menanam sayur? Dengan senyum ia katakan: “Berdoa dan bekerja sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya melakukannya bukan untuk siapa-siapa, bukan untuk dipuji, tetapi untuk kepentingan perkembangan kepribadian kusendiri agar saya bisa bertumbuh dan berkembang menjadi seorang yang seimbang, rohani dan jasmani.”
Sikap seperti inilah yang selalu diharapkan oleh Yesus Kristus dari kita para pengikutNya. Bahwa kita selalu setia mengikuti perintah Tuhan dan dengan penuh-tanggungjawab menjalankannya. Kalau kita selalu hayati dan amalkan perintah Tuhan setiap hari maka dengan demikian kita sudah mempersiapkan bathin  kita untuk menyambut kedatangan Tuhan kapan saja Dia mau datang menemui kita. Yesus hari ini berkata kepada para muridNya: “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.”

Bagaimana dengan kehidupan kita? Apakah kita selalu berdoa setiap saat? Apa motivasi doa kita, apakah sebagai satu kegiatan mempersiapakan diri untuk menyambut Tuhan kita atau sebagai satu kebutuhan rohani yang harus kita laksanakan demi kehidupan jiwa kita? Apakah perbuatan amal yang kita lakukan setiap tahun kita lakukan sebagai ungkapan rasa cinta atau karena satu kewajiban moral yang harus kita jalankan?
Marilah saudara-saudari, kita berdoa semoga kita selalu merasa didorong untuk berjaga-jaga dan menjalankan apa yang dikehendaki Tuhan, bukan karena didorong oleh perasaan mau diselamatkan, tetapi lebih dari itu, yaitu sebagai satu ungkapan penghayatan dan pengamalan cinta kita kepadaNya, bahwa sebagai hamba Tuhan yang setia, kita harus selalu mencintai Dia dan selalu menjalankan perintahNya dengan penuh tanggungjawab.
Kita memohon Bunda Maria untuk selalu mendoakan kita. Amen.
(Pastor Fredy Jehadin, SVD Papua New Guinea)

  ———————–

Iklan

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: